Senin, November 20, 2017
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Google hapus aplikasi berbahaya
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Google hapus aplikasi berbahaya

Penilaian Pengunjung: / 1
KurangTerbaik 

Google tidak akan menghapus 13 aplikasi Android yang dinyatakan berbahaya oleh Symantec. Menurut Symantec, alasannya adalah aplikasi tersebut tidak melanggar terms of service dengan raksasa mesin pencari itu.

Perusahaan keamanan Symantec berpendapat, aplikasi-aplikasi itu telah menyertakan software development kit (SDK) bernama Appherhand, yang bekerja menginstal bar pencarian pada ponsel pengguna dan memungkinkan distributor aplikasi tersebut mengubah home page pengguna, menambah, juga menghapus bookmark dan shortcut.

Symantec Security Response Director Kevin Haley mempertanyakan legitimasi Apperhand, dan mengatakan, "Saya tidak yakin mengapa Anda akan perlu untuk menarik bookmark seseorang. Saya tidak menyadari manfaatnya."

Seperti dilansir SC Magazine, Rabu (1/2/2012), Apperhand mirip dengan SDK yang hadir dalam aplikasi lain, yang baru-baru ini muncul di Android Market. Mereka membawa kode berbahaya Plankton yang memungkinkan distributornya bisa melakukan remote access ke perangkat pengguna.

Google telah menghentikan aplikasi tersebut untuk sementara, tapi kemudian menemukan bahwa mereka tidak berbahaya.

"Anda harus menyadari apa yang Anda dapatkan ketika mengunduh aplikasi ini, dan jika Anda tidak ingin mereka melakukan seuatu pada ponsel cerdas Anda, saya pikir Anda harus menghapus mereka," kata Haley.

Lookout Mobile Security mengatakan tidak mempertimbangkan aplikasi tersebut sebagai malware, tapi bentuk agresif dari suatu jaringan iklan yang harus ditanggapi dengan serius.

Seiring makin matangnya ruang untuk perangkat mobile, perusahaan keamanan dan penyedia platform akan dipaksa untuk memilah-milah aplikasi. Haley menyamakan hal ini ini dengan hari-hari awal dari industri PC, ketika program spyware dianggap tidak berbahaya.

"Mungkin kita tidak memiliki semua nomenklatur set pada Android atau malware. Kami sedang membangun konsensus tentang bagaimana seharusnya menyebutkan hal ini," tandasnya.

Comments
Add New Search
Anonymous   |108.162.210.xxx |2015-11-25 22:38:41
Hapus aplikasi berbahaya android
Anonymous   |108.162.210.xxx |2015-11-25 22:47:20
Hapus 13 aplikasi berbahaya android
Anonymous   |108.162.210.xxx |2015-11-25 22:59:49
Google hapus 13 Aplikasi berbahaya Android
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Ganasnya gempa di Selandia Baru
26/02/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Anne Vos, perempuan warga negara Australia, merasa mendapat kesempatan sangat berharga untuk kedua kalinya dalam hidup. Kondisi dia dinyatakan membaik, Kamis (24/2/2011), walau masih terus menj [ ... ]


Pelaku bom bunuh diri di markas polisi
19/04/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Kepolisian RI akhirnya memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikro Kompleks Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/4/2011) lalu, adalah Muhammad Syarif Astanagarif (32). Kepastian [ ... ]