Minggu, Oktober 21, 2018
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Di balik kisah Facebook
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Di balik kisah Facebook

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Situs jejaring sosial Facebook memang dikenal tidak hanya sebagai situs pertemanan saja, bahkan terkadang bisa menjadi ajang jual beli berbagai produk. Lalu bagaiman kalau yang dijajakan adalah seks?

Hal itulah kini yang marak terjadi di kalangan pekerja seks komersial (PSK) di New York, Amerika Serikat (AS). Para PSK tersebut memanfaatkan besarnya anggota Facebook untuk menjalin komunikasi dengan ‘pembelinya’. Bahkan sebuah studi terungkap para PSK itu mendapatkan 25 persen pelanggan dari Facebook.

Tingginya PSK yang menggunakan Facebook ini dipicu situs iklan Craiglist menutup layanan Erotic Services tahun lalu. Studi ini sendiri dilakukan seorang profesor sosiologi dari Columbia University, Sudhir Venkatesh. Dalam studinya yang dirilis di Wired Magazine, Venkatesh menganalisis trend profesi pelacur terutama di New York.

“Sebelum penutupan Craiglist, para PSK itu sudah menggunakan Facebook. Sebanyak 83 persen memiliki akun Facebook dan saya memperkirakan di akhir 2011, Facebook bakal menjadi tempat favorit untuk mendapatkan pelanggan,” tulis Venkatesh, seperti dikutip, Jumat (11/2/2011).

Apalagi dengan kehadiran BlackBerry, para penjaja tubuh itu bisa dengan leluasa bekerja tanpa harus menjajakan diri di jalan-jalan. Mereka bahkan tidak lagi menggunakan jasa germo.

Temuan ini disesalkan sekaligus dibenarkan oleh pihak berwajib di Kepolisan New York, mereka menyebutkan sangat sulit memantau aktifitas yang sangat luas ini.

Facebook sendiri tidak memiliki kebijakan khusus terkait pelacuran. Tetapi yang jelas, Facebook menegaskan bahwa perusahaan menentang segala konten yang mengandung pornografi dan sejenisnya

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google Remotely Flips the Kill Switch on Questionable Android Apps
25/06/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Do you like this story? The Android Market may be open, but Google does control what ends up on your Android device, and can remotely remove the applications if need be. Now, Google has done exac [ ... ]


Utang Indonesia terlalu banyak, Siapkah Indonesia Menghadapi Krisis Ekonomi Kedua Kalinya
10/11/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Penyelesaian krisis utang di Yunani belum menemukan titik terang. Kini, krisis serupa mulai merambat ke negara Eropa lainnya, Italia.

Hasil pertemuan negara-negara maju dan berkembang G20 di Prancis  [ ... ]