Senin, November 20, 2017
Text Size

Search

Berita Teknologi

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

Suara.com - Internet ibarat pedang bermata dua. Jika tak hati-hati menggunakannya, Anda bisa...

Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bersama para pemangku kepentingan di bisnis nama...

Yahoo kembali bangkit

Situs web Yahoo unggul 3 bulan berturut-turut sebagai situs web yang paling banyak dikunjungi di...

  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • 6 Langkah Mudah Untuk Mendeteksi Website Penipuan

    Jumat, 29 Juli 2016 10:22
  • Kapan Mobil Bisa Jalan Sendiri Dijual di Indonesia?

    Jumat, 29 Juli 2016 10:17
  • Domain Anything.id akan segera hadir di tahun 2014

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:37
  • Yahoo kembali bangkit

    Jumat, 25 Oktober 2013 15:34
News Berita Teknologi Google kembali digugat
SocialTwist Tell-a-Friend

Media Partner News

OkeZone.Com

Ads - World Friend

Google kembali digugat

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Pihak berwenang perlindungan data di Spanyol meminta Google agar memindahkan link 100 artikel tertentu dari daftar pencarian mereka.

Lima dari artikel tersebut akan dibawa ke pengadilan di Madrid pekan ini oleh tim Google sebagai bagian dari perlawanan mereka. Demikian seperti yang dikutip dari SearchEngineWatch, Rabu (19/1/2011).

Google membantah bahwa mereka hanya menyediakan link saja dan tidak bertanggung jawab atas konten yang dipublish oleh website lain. Perusahaan tersebut juga menyebutkan bahwa tindakan pelarangan tersebut sebagai sebuah gangguan besar pada kebebasan berekspresi.

Sementara dari pihak Spanyol mengklaim bahwa mereka hanya mencoba untuk memblokir 'materi sensitif' yang diterbitkan di situs-situs.

Jika Google sukses di pengadilan maka mereka tidak harus menghapus link tersebut. Tapi jika Google kalah mereka harus menyensor link tersebut dari pencarian. Tapi ironisnya artikel tersebut masih tetap ada di website meski link sudah dihapus.

"Yang paling mencemaskan adalah mengapa mereka malah menunjuk ke Google, bukan ke orang yang menaruh konten sensitif tersebut di website," ujar Padraig Reidy, editor di Index on Censorship.

"Jika pihak Spanyol menghukum mesin pencari karena mengindeks konten, bagaimana bisa ada kebebasan berekspresi? Sepertinya rencana ini dijalankan oleh orang-orang yang tidak mengerti cara internet bekerja,"

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?
30/03/2017 | Indra Febria Widy
article thumbnail

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter kabarnya tengah mempertimbangkan untuk merilis layanan premium berbayar. Layanan berbayar itu bakal diapli [ ... ]


Tips Kelolah Uang Gaji Pertama
03/08/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Ketika awal bulan datang, dompet seolah bersorak-sorai, mata terbelalak penuh keceriaan, wajah berseri-seri seakan berkata, "Akhirnya punya uang juga," saat seorang fresh graduate menerima gaji pert [ ... ]