Iran menolak untuk memasok 500.000 barel minyak mentah ke Yunani sebagai tanggapan atas sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa kepada Republik Islam tersebut, demikian dilaporkan Kantor Berita Iran (Fars) pada Minggu.

"Kapal-kapal tanker yang telah datang untuk memindahkan 500.000 barel minyak Iran ke kilang minyak di Yunani telah pulang dengan tangan hampa setelah Iran menolak memberikan pasokan," Kantor Berita Fars melaporkan.

Uni Eropa, pada Januari, memutuskan untuk melarang impor minyak dari Iran. Keputusan tersebut muncul setelah Republic Islam Iran mengumumkan bahwa negara tersebut telah meluncurkan program pengayaan nuklir di fasilitas bawah tanah yang dijaga ketat di dekat kota suci kaum Shiah, Qom.

Program tersebut bertujuan untuk memperkaya uranium hingga ke level 20 persen, yang dapat dengan mudah diubah menjadi bahan hulu ledak nuklir.

Embargo minyak tersebut ditetapkan akan dilaksanakan pada musim panas namun pemerintah Iran mengatakan bahwa mereka bisa saja memutus pengiriman minyak mentah ke Eropa lebih awal dan memperingatkan bahwa embargo Uni Eropa terhadap impor minyak Iran dapat meningkatkan harga minyak dunia ke harga 150 dollar AS per barel.

Iran telah menghentikan ekspor minyak ke Prancis dan Inggris dan mengancam akan menghentikan pengiriman minyak mentah ke negara-negara Eropa lainnya seperi Jerman, Spanyol, Italia, Yunani, Portugal dan Belanda, jika negara-negara tersebut tetap melanjutkan langkah-langkah yang ditujukan untuk melawan Iran.

Iran memasok sebagian besar minyak untuk Eropa ke Yunani, Italia dan Spanyol, yang berjumlah sekitar 68 persen dari impor minyak mentah dari Republik Islam tersebut.

Pada 2011, Uni Eropa membeli sekirat 600.000 barel minyak mentah per hari dari Iran.

Negara-negara barat mengira Iran, yang sudah terkena sejumlah sanksi internasional, mengejar program rahasia senjata nuklir namun pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklir tersebut semata-mata untuk kepentingan sipil.