Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sumatera Barat
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sumatera Barat

Penilaian Pengunjung: / 4
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Sumatera BaratSumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya sumber keanekaragaman hayati. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi. Hutan tropisnya dapat dijumpai berbagai spesies langka, misalnya rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia), harimau sumatera, siamang, tapir, rusa, beruang, dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Potensi pertanian juga meningkat, ini dapat dari bertambahnya luas panen padi sebesar 1.03% dari 2004 ke 2005. Hal yang sama terjadi pada palawija, luas panennya bertambah 12,53% untuk komoditas jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Memang tidak semua lahan panen meningkat, seperti pada komoditas sayur-sayuran yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kol, kubis, petai, sawi, cabe, wortel, dan cabe rawit pada 2005 hanya mencapai 16.598 hektar, padahal di tahun 2004 mencapai 17.826 hektar.

Di sektor peternakan, komoditas utamanya adalah sapi potong. Jenis ternak terdiri atas kelompok ternak besar meliputi sapi perah, sapi potong, kerbau, kambing dan babi serta sebagian kecil kuda dan domba; dan kelompok ternak kecil yang terdiri atas ayam ras, ayam buras dan itik. Dari total ternak yang ada, lebih dari 96,45% adalah kelompok ternak kecil. Populasi tertinggi untuk kelompok ternak besar mencapai 872.517 ekor, terdiri atas 419.352 sapi potong dengan produksi daging seberat 14.715.641 kg; ditambah 210.421 ekor kerbau dengan produksi daging seberat 3.067.218 kg dan susu sebanyak 1.342.807 kg. kambing dengan populasi 29.847 ekor menghasilkan 309.050 kg daging. Sisanya adalah 714 ekor sapi perah dan 6.052 ekor domba.

Dengan luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mencapai 186.580 km2 dan panjang garis pantai 2.420.357 km, sektor kelautan dan perikanan sangatlah bernilai. Potensi perairan di Sumatera Barat antara lain ikan laut, ikan air tawar, mangrove, terumbu karang, padang lamun, rumput laut, penyu dan lain-lain.

Provinsi ini juga kaya akan bahan-bahan tambang. Sektor ini dibagi dalam tiga jenis usaha, yaitu bahan galian strategis (golongan A), bahan galian vital (golongan B) dan bahan galian industri (golongan C). masuk dalam kategori golongan A antara lain batu bara dan bitumen padat (oil-shale). Sejumlah daerah yang memiliki potensi batu bara antara lain Kota Sawahlunto dengan total cadangan 104,8 juta ton, kabupaten Sawahlunto dengan total cadanan mencapai 76 juta ton, Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah cadangan 4 juta ton serta beberapa daerah lainnya.

Jenis bahan tambang yang diusahakan dengan skala besar hanyalah batubara. Selama periode 2005 produksi batubara mencapai 787.404,58 ton, dikonsumsi untuk pasar dalam negeri 787,4 ribu ton dan sisanya 296,56 ton diekspor. Dari hasil penjualan ini berhasil diperoleh pendapatan Rp. 299,06 miliar.

Selain potensi yang telah dikemukakan di atas, pariwisata merupakan sektor yang berpeluang besar untuk dikembangkan. Tetapi harus digarisbawahi bahwa potensi pariwisata di Sumatra Barat tidak sebesar potensi pariwisata di Bali atau Yogyakarta. Obyek wisata di Sumbar cukup beragam, meliputi wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah.

Wisata alam di Sumatra Barat yang memiliki daya tarik tinggi antara lain: Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak, air terjun di Lembah Anai, Ambun Pagi, pantai Carolina, pantai Bumpus, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); dan gunung berapi di Singgalam. Wisata budaya antara lain kebudayaan minang di Padang Panjang, dan wisata sejarah yang antara lain berupa gua Jepang di Agam dan Istana Kerajaan Pagarujung di Batusangkar.

Potensi wisata itu belum dikembangkan secara optimal sehingga belum banyak menarik minat turis asing. Pada tahun 1996 turis asing (wisman) yang berkunjung ke Sumatra Barat berjumlah sekitar 108.776 orang. Pada tahun 1998 jumlah itu menurun menjadi 51.028. Maraknya kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah pada saat menjelang dan pasca pemilu 1997 mengakibatkan banyak turis asing enggan datang ke Indonesia dan daerah wisata utama lainnya.

Mayoritas penduduk Sumatera Barat merupakan suku Minangkabau. Suku ini awalnya berasal dari dua klan utama: Koto Piliang didirikan Datuak Katumanggungan dan Bodi Chaniago yang didirikan Datuak Parpatiah nan Sabatang, Suka Kato Piliang memakai sistem aristokrasi yang dikenal dengan istilah Titiak Dari Ateh (titik dari atas) ala istana Pagaruyung, sedangkan Bodi Chaniago lebih bersifat demokratis, yang dikenal dengan istilah Mambasuik Dari Bumi (muncul dari bumi)..

Sehari-hari, masyarakat berkomunikasi dengan Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pasisir Selatan, dan dialek Payakumbuh. Sementara itu, di daerah kepulauan Mentawai yang terletak beberapa puluh kilometer di lepas pantai Sumatera Barat, masyarakatnya menggunakan Bahasa Mentawai. Di Daerah Pasaman bahkan Bahasa Batak berdialek Mandailing digunakan, biasanya oleh suku Batak Mandailing.

 

Masyarakat Sumatera Barat, sangat manghargai nilai-nilai adat dan budaya tradisional serta terbuka terhadap nilai-nilai positif yang datang dari luar. Kondisi ini membawa kepada komunitas yang sangat kondusif bagi pembangunan nasional dan cita-cita reformasi. Meskipun suku Minangkabau mendominasi masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan, kehidupan mereka relatif rukun dan damai dengan warga pendatang lainnya yang terdiri atas berbagai etnis minoritas, seperti suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, suku Mandailing di Pasaman, transmigran asal Jawa di Pasaman dan Sijunjung, kelompok etnis Cina, dan berbagai suku pendatang lainnya yang berdiam di kota-kota di Sumatera Barat. Di antara sesama mereka terdapat hubungan dan interaksi sosial yang positif dan jarang terdapat jurang dan kecemburuan sosial yang besar antara berbagai kelompok dan golongan. Hal ini merupakan landasan yang solid bagi persatuan bangsa yang perlu dipelihara dan dikembangkan serta ditingkatkan.

Di tahun 2005, nilai ekspor Sumatra Barat mencapai 16,322,174.57 ribu US $ dari komoditas karet, kopi, kayu manis, pala, kapulaga, ikan, buah-buahan, minyak esensial, kayu, semen, minyak sayur, daging, makanan, getah karet, batubara, bauksit, gambir, produk industri dan pertanian lainnya.

Sumatra Barat berpotensi oleh sector pertanian, industri, perikanan, dan perkebunan. Komoditi unggulan propinsi tersebut adalah jagung 85,410.00 ton dari 24,235.00 ha (2005), industri pakan ternak, perikanan tangkap 98,432.00 ton (2004), industri pengalengan ikan, industri ikan beku, karet 86,552.00 ton (2004) dari 144,717.00 ha, sapi 1,356,699.00 ekor (2004), industri pemrosesan sapi, kelapa sawit 686,356.00 ton (2004) dari 230,099.00 ha, ayam 20,972,612.00 ekor (2004), kopi 87,057.00 ton/tahun (2004), tebu 17,670.00 ton (2004) dari 9,861.00 ha, kakao 8,066.00 ton (2004) dari 13,197.00 ha, buah-buahan 101,997.00 ton/tahun (2005), budidaya ikan 54,562.00 ton (2004), industri minyak sayur, industri pengolahan buah, industri pengolahan ayam, industri pengolahan kopi, penggemukan sapi, pengolahan gambir 8,143.00 ton (2003), ga,bir 12,436.00 ton (2004) dari 19,457.00 ha.

Perusahaan yang bergerak di sector-sektor tersebut memproduksi minyak nabati, karet, jasa wisata, minyak sawit, meubel, kain batik, perdagangan, makanan ringan, kain rajutan, pengekspor karet, kaca graveir, CPO, kakao kering, getah kakao, semen, industri minyak sayur, industri pengolahan rempah-rempah, lemak dan minyak nabati, pengepakan RBD olien, minyak mentah nabati dan hewani, perkebunan kelapa sawit, industri minyak sawit, tepung, dan televisi. Peluang bisnis yang mulai dilirik adalah bumbu masak, dan percetakan.

Peluang usaha yang sedang dikembangkan di Sumatra Barat adalah (1) perkebunan kelapa sawit di Sungai Pagu, Sangir, dan Sawah Lunto, (2) perkebunan gambir Lima Puluh Kota dan South Pesisir, (3) perkebunan kakao di Tanjung Mutiara, (4) perkebunan cassiavera di Tanah Datar, and (5) perkebun karet di Sawahlunto, Dhamasraya, dan South Solok.

 

 

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Milisi Hutaree Dilumpuhkan AS
30/03/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

 
Polisi Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu menangkap sembilan pimpinan dan anggota suatu milisi fanatik sayap kanan. Mereka, Senin waktu setempat, telah dida [ ... ]


Survei teknologi Cloud Computer di Indonesia
24/06/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Symantec Corp. mengumumkan hasil-hasil dari survei '2011 Virtualization and Evolution to the Cloud'. Hasil survei tersebut menguak perbedaan antara ekspektasi dan kenyataan saat perusahaan mengge [ ... ]