Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sulawesi Utara
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sulawesi Utara

Penilaian Pengunjung: / 2
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Sulawesi UtaraProvinsi ini memiliki lahan sawah irigasi teknis seluas 25.740 ha, sementara sawah irigasi semi teknis 26.738 ha. Itu semua belum termasuk lahan sawah irigasi non teknis seluas 4.662 ha. Lahan sawah tadah hujan seluas 4.631 ha, areal sawah pasang surut seluas 634 ha, sementara tahan palawija, hortikultura dan sayur-sayuran seluas 341.419 ha, Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 451.700 ton padi dan meningkat jadi 470.400 ton pada 2007 dengan luas panen yang juga bertambah menjadi 99.500 ha. Dibanding dua tahun terakhir, produktivitas padi yang dicapai meningkat. Pada 2004, produksi padi di sana mencapai 407.358 ton.

Pertaniaan tanaman pangan di Sulawesi Utara relatif baik, terbukti dari kemampuan provinsi ini untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional (Maluku Utara, Kalimantan Timur dan Papua) serta pasar internasional (Singapura, Malaysia, Belanda dan negara. Eropa lainnya, AS, Cina, Korea, Jepang dan India).

Untuk memenuhi target Sulawesi Utara sebagai sentral hortikultura, kini tengah dikembangkan produksi kentang, wartel dan nanas yang memang menjadi komoditas unggulan daerah itu. Berbagai usaha meningkatkan volume kentang telah dilakukan, misalnya dengan membangun pusat pembibitan ddan pembenihan kentang. Pengembangan SDM petugas melalui pelatihan, mengembangkan teknologi kultur jaringan, mengintroduksi benih baru kentang dan memperbanyak benih G2-G3 dan seterusnya sampai menghasilkan benih sebar. Proyek serupa ini juga telah berhasil dilakukan pada bibit anggrek, pisang dan rambutan. Khusus untuk rambutan digunakan bantuan luar negeri dengan Kecamatan Tenga dan Sinonsayang dijadikan pilot project.

Total produksi sayur-mayur meningkat signifikan dari 91.048 ton pada 2000 menjadi 325.135 ton pada 2005, namun produksi buah-buahan menurun dari 158.441 ton pada 2000 menjadi 129.662 ton pada 2005. Produksi kentang meningkat dari 38.884 ton pada 2000 menjadi 195.826 ton pada 2005, dibarengi produksi nanas yng juga meningkat dari 1.851 ton pada 2000 manjadi 2.813 ton pada 2005. produksi wartel dari tahun sebelumnya menjadi 11.113 ton pada 2005.

Luas hutan di provinsi ini mencapai 788.691,88 ha. Fungsi hutan dibagi menjadi hutan lindung seluas 175.958,33 ha, hutan produksi tetap seluas 67.423,55 ha, hutan produksi terbatas seluas 219.908,86 ha, hutan produk konversi seluas 14.643,40 ha serta hutan suaka alam seluas 310.759,74 ha. jenis kayu yang dihasilkannya bervariasi dari kayu kelas satu sampai kelas empat, jenis kayu dimaksud adalah kayu besi, meranti, dan kayu lokal lainnya. Disamping itu juga terdapat hasil hutan ikutan yang mempunyai nilai ekonomi dan nilai rambah seperti rotan, damar, kayu manis, ijuk, daun woka dan lainnya.

Sulawesi Utara juga merupakan pusat pengembangan industri perikanan. sejak 2001, pemerintah setempat melaksanakan apa yang disebut Gerakan Pengembangan Komoditas Unggulan Berbasis Agri bisnis (Gerbang Kuba) meliputi industri ikan tuna, cakalang dan layang. Hasil penangkapan ikan di taut merupakan produksi tertinggi di sektor perikanan. Para nelayan kini juga tengah mengembangkan teknik-teknik baru dalam budidaya perikanan laut, meliputi ikan untuk umpan, ikan kerapu, baronang, rumput laut dan kerang mutiara. Untuk budidaya perikanan darat fokus diarahkan untuk ikan mas dan nila.

Produksi perikanan tangkap (tuna, cakalang, tongkol) pada 2006 sebanyak 137.000 ton. Produksi ini ditargetkan meningkat menjadi 141.000 ton pada 2007 dari 1,4 juta ton quota tangkap yang di toleransi. Potensi ikan tangkap di sana 1,8 juta ton. Hasil budidaya ikan dan udang air tawar mencapai 14.400 ton dengan luas areal 981 ha pada 2006, ditargetkan meningkat menjadi 16.600 ton dengan luas areal 1.130 ha pada 2007. Pada 2006, produksi rumput laut mencapai 12.000 ton (basah) di atas areal tanam seluas 600 ha dan ditargetkan meningkat menjadi 13.100 ton (basah) dengan luas areal tanam 654 ha pada 2007. Potensi yang tersedia sebesar 5.600 ha.

Perkembangan ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara didukung oleh perkembangan unit-unit pengelolahan hasil perikanan. Sampai 2004, terdapat 40 unit perusahaan pengelolahan hasil perikanan dengan 22 cold storage yang mereka miliki. Setiap cold storage berkapasitas 10.630 ton. Kini terdapat 60 eksportir komoditas hasil perikanan di provinsi itu, dengan negara tujuan ekspor antara lain Jepang, Korea, AS, Cina, Spanyol, Australia, jerman, Inggris, Hongkong, Denmark, Afrika Selatan, Irlandia, Belanda, Swiss, Slovenia, Belgia, Finlandia, Italia, Polandia, Prancis, Yunani, Malta, Cyprus, Kanada, Thailand, Taiwan, Singapura, Afrika dan Filipina. Mereka terbiasa pengekspor rumput laut segar, tuna, udang galah dan kepiting bakau yang dibekukan, ikan kaleng, ikan asap.

 

Pariwisata merupakan salah satu sektor potensial yang dimiliki Sulawesi Utara sebagai salah satu sumber daya ekonominya. Potensi wisata di Sulut cukup beragam, di antaranya wisata alam, wisata bahari, dan wisata budaya. Keberadaan taman nasional, seperti Taman Nasional Laut Bunaken dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, juga berpotensi sebagai salah satu aset wisata alam di Sulawesi Utara. Jumlah wisatawan mancanegara yang telah berkunjung ke Sulawesi Uta­ra, seperti wisatawan dari Jepang, Amerika, Belanda, Perancis, Inggris, Belgia, Kanada, Korsel, dan sebagainya berjumlah 25.226 orang, sedangkan wisatawan domestik berjumlah 432.999 orang. Banyak daerah wisata alam di Propinsi Sulawesi Utara yang indah panoramanya.

Letak dan posisi geografis Sulawesi Utara, sebagai wilayah paling utara negara kita dan langsung berbatasan dengan Lautan Pasifik, memiliki potensi yang besar sebagai pintu gerbang keluar-masuknya kegiatan ekonomi regional dan global. Dengan demikian, wila­yah ini mempunyai peluang yang cukup besar untuk mengembangkan kerjasama internasional, khususnya perdagangan dengan negara tetangga yang secara geo­grafis berdekatan, seperti Filipina, dan Malaysia. Jika semuanya itu dapat dilihat secara jeli dan dimanfaatkan, daerah ini akan dapat menggalang kerjasama per­dagangan regional dan internasional yang menguntungkan. Hal itu akan membuat wilayah Sulut men­jadi salah satu pusat ekonomi di Indonesia yang me­miliki prospek cerah. Itulah kelebihan daerah Sulawesi Utara.

 

Penduduk Sulawesi Utara terdiri atas tiga kelompok etnis utama, masing-masing Suku Minahasa, Suku Sangihe dan Talaud, dan Suku Bolaang Mongondow, Masing-masing kelompok etnis terbagi pula subetnis yang memiliki bahasa, tradisi dan norma-norma kemasyarakatan yang khas. Inilah yang membuat bahasa di provinsi itu terbagi dalam Bahasa Minahasa ( Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Batik); Bahasa Sangihe Talaud ( Sangie Besar, Siau, Talaud); dan Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang). Namun demikian, Bahasa Indonesia digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk di sana.

Masyarakat Sulawesi Utara didominasi oleh Suku Minahasa (33,2%), diikuti Suku Sangir (19,8%), Suku Bolaang Mangondow (11,3%), Suku Gorontalo (7,4%) lalu Suku Totemboan (6,8%). Lagu daerah yang akrab mereka nyayikan adalah Sia Patokaan dan O Ina Ni Keke. Di Kota Manado dan sekitarnya, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Melayu Manado. Bahasa daerah Manado menyerupai Bahasa Indonesia tetapi dengan logat yang khas. Beberapa kata dalam dialek Manado berasal dari bahasa Belanda dan bahasa Portugis karena daerah ini dulu merupakan wilayah penjajahan Belanda dan Portugis.

Penduduk di Kota Manado terdiri atas berbagai latar belakang etnis maupun agama. Mayoritas penduduk berasal dari Suku Minahasa, menyusul Suku Sangihe Talaud, Suku Bolaang Mongondow, Suku Gorontalo dan masyarakat keturunan Tionghoa. Selain itu terdapat pula Suku Jawa, Batak, Arab, Maluku, Makasar dan sebagainya. Mayoritas penduduk disana beragama Kristen dan Katolik. Sejumlah besar gereja dapat ditemui di seantero kota. Meski demikian, masyarakat Manado terkenal sangat toleran, rukun, terbuka dan dinamis. Karenanya Kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. Sewaktu negeri ini sedang rawan akibat goncangan politik tahun 1999 dan berbagai kerusuhan melanda kota-kota di Indonesia, Kota Manado dapat dikatakan relatif aman. Hal itu tercermin dari semboyan masyarakat disana, torang samua basudara (kita semua bersaudara).

Musik tradisional dari Kota Manado dan sekitarnya adalah kolintang. Alat musik ini dibuat dari sejumlah kayu yang berbeda-beda panjangnya sehingga menghasilkan nada-nada yang berbeda. Biasanya untuk memainkan sebuah lagu dibutuhkan sejumlah alat musik kolintang untuk menghasilkan kombinasi suara yang bagus.

Masyarakat Manado juga disebut “warga Kawanua”. Walaupun secara khusus Kawanua dinisbatkan kepada Suku Minahasa, secara umum penduduk Manado dapat disebut juga sebagai warga Kawanua. Dalam bahasa daerah Minahasa, “Kawanua” sering diartikan sebagai penduduk negeri atau “wanua-wanua” yang bersatu atau “Mina-Esa” (Orang Minahasa). Kata “Kawanua” diyakini berasal dari kata “Wanua”, yang dalam bahasa Melayu Tua (Proto Melayu) diartikan sebagai wilayah permukiman. Sementara dalam bahasa Minahasa, kata “Wanua” diartikan sebagai negeri atau desa.

 

Sulawesi Utara terletak di ujung paling utara kepulauan Indonesia. Terbagi menjadi 6 (enam) kabupaten dan 3 (tiga) kota dengan Manado sebagai ibukota provinsi. Provinsi Sulawesi Utara memiliki luas wilayah 15.376,99 km² saat ini dihuni oleh sekitar 2.154.234 jiwa. Secara administratif, provinsi ini memiliki 6 kabupaten dan 3 kota, 105 kecamatan, 253 kelurahan, dan 984 desa dengan Manado sebagai ibukota provinsi. Provinsi Sulawesi Utara dalam prospektif regional maupun internasional berada pada posisi yang sangat strategis karena terletak di bibir Pasifik (Pasifik Rim) yang secara langsung berhadapan dengan Negara-negara Asia Timur dan Negara-negara Pasifik, sehingga menjadi lintasan antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia dan dua Samudera yaitu Samudera India dan Pasifik. Posisi strategis ini menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke Pasifik dan memiliki potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam AFTA

Pada tahun 2005, total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara mencapai Rp. 12,74 triliun. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian sebesar Rp. 2,77 triliun atau 21,8% dari total PDRB diikuti sektor jasa-jasa sebesar Rp. 2,08 triliun (16,3%) kemudian sektor bangunan sebesar Rp. 1,98 triliun atau sekitar (15,6%) dari total PDRB. Secara umum, perkembangan PDRB Sulawesi Utara dapat dilihat pada grafik disamping.

Komoditi tanaman perkebunan yang potensial di provinsi ini adalah kelapa, cengkeh, pala, kopi, kakao dan vanilli. Sektor Perikanan juga termasuk salah satu sektor unggulan provinsi ini. Komoditi yang dihasilkan berupa perikanan laut dan perikanan darat termasuk perikanan umum, tambak, kerambah dan lain-lain. Provinsi ini juga memiliki komoditi sekunder yang diunggulkan yaitu dari sektor industri pengolahan yang terdiri atas industri kelapa terpadu, industri minyak goreng kelapa, minyak atsiri, pengolahan kopi, industri makanan dari kacang-kacangan, pengalengan ikan, tepung ikan dan industri ikan beku.

Dari sektor industri tercatat 70 (tujuh puluh) perusahaan yang sudah beroperasi dan menanamkan modalnya di provinsi ini. Perusahaan-perusahaan ini bergerak dalam bidang industri pengolahan makanan, minuman, kayu, hasil tambang, batubara, minyak bumi, gas bumi, hasil perkebunan, karet, bahan dasar logam, barang galian furnitur dan industri jasa.

Provinsi Sulawesi Utara menurut data terakhir memiliki prasaran jalan darat sepanjang 809,42 km. Untuk jalur transportasi melalui laut, terdapat 3 pelabuhan laut utama yaitu Pelabuhan Laut Labuhan Uki, Manado, dan Bitung yang juga sekaligus sebagai pelabuhan penyeberangan. Selain itu, provinsi ini juga telah memiliki bandar udara yaitu Bandar Udara Sam Ratulangi yang terletak di Manado.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

China Dan Amerika Membahas Permasalah Google
25/02/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Google dan pemerintah China bakal duduk bersama untuk membicarakan perdamaian terkait permasalahan bakal hengkangnya Google dari China.
Sumber Wall Street Journal, Selasa (23/2/2010), meng [ ... ]


Pesawat Tempur Baru Buatan Rusia
31/01/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail



Sebuah pesawat tempur Rusia yang baru diproduksi di tengah-tengah kerahasian paling tinggi sebagai bagian satu rencana untuk memordernisasi angkatan bersenjata, Jumat melakukan penerbangan perdana [ ... ]