Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sulawesi Tenggara

Penilaian Pengunjung: / 29
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Sulawesi TenggaraPotensi sumberdaya alam sangat bervariasi, antara lain sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan dan perkebunan. Luas total sawah yang menggunakan sistem pengairan seluas 70.726 ha, terdiri dari sawah berpengairan teknis seluas 24.744 ha, berpengairan setengah teknis seluas 20.163 ha, berpengairan sederhana PU seluas 10.460 ha, berpengairan irigasi desa seluas 15.359 ha. Luas total sawah yang menggunakan sistem tadah hujan seluas 13.858 ha, sistem pasang surut seluas 2.211 ha, dan sistim pengairan lainnya seluas 1.212 ha.

Produksi yang dihasilkan dari lahan beririgasi teknis dan non irigasi teknis sebesar 57.943 ton/tahun dengan luas area/panen 16.253 ha. Luas lahan jagung 6A8 ha dengan tingkat produksi mencapai 9.860 ton/ tahun. Luas lahan ubi jalar sebesar 3.960 ha dengan tingkat produksi 142.620 ton/tahun. Luas lahan ubi kayu 11.770 ha dengan tingkat produksi 4.965 ton/tahun.

Di sektor kehutanan, ada 5 hutan suaka alam, 42 hutan lindung dan 52 hutan cagar budaya. Luas kawasan hutan seluruhnya 1.061.270 ha (40,82%). Luas lahan kritis pada 2005 mencapai 1.202.040 ha, Hasil hutan terbagi berdasarkan jenis hutan, yaitu hasil hutan Non HPH, dan hasil hutan ikutan. Hasil hutan non HPH pada 2004 berbentuk kayu bulat dengan total produksi 61.855,79 ton, kayu gergajian total produksi 953.94 m³ dan kayu olahan mencapai 9.539 ton. Sedangkan hasil hutan ikutan adalah rotan dengan produksi mencapai 14.861.82 m³.

Sektor kelautan dan perikanan merupakan sumber daya alam yang potensial. Pada lokasi penangkapan ikan berpotensi mencapai sebesar 250.000 ton/tahun. Tingkat pemanfaatan pada saat ini banyak 157.479 ton/tahun (±63%) dengan jenis produksi antara lain ikan layang, kembung, lemuru, ikan merah, tenggiri, dan kerapu.

Pada perairan laut Banda, Laut Flores, Teluk Bone, dan Teluk Tomini (perairan ZEE)  potensi ikan mencapai 77.500 ton/tahun dan ikan cakafang 38.670 ton/tahun.

Sektor peternakan didominasi oleh ternak sapi, kambing, domba, babi, dan itik. Populasi sapi potong pada 2005 sebanyak 212.000 ekor, jumlah pemotongan pertahun mencapai 24.020 ekor dan pertumbuhan populasi mencapai  2%. Pada hewan ternak kecil, jumlah populasi kambing tahun 2005 adalah 90.089 ekor, domba sebanyak 240 ekor dan babi mencapai 27.760 ekor.

Hewan unggas, antara lain ayam buras populasinya mencapai 7.431.140 ekor dan ayam petelur 40.820 ekor. Jumlah peternak mancapai 443.600 ton. Jumlah populasi ayam pedaging 810.000 ekor dengan jumlah peternak 232 orang. Rata-rata produksi pertahun daging yang dihasilkan sebanyak 648.560 ton perbulan.   

Sektor perkebunan didominasi oleh tanaman kopi, kelapa sawit, kakao, lada, vanili, tebu dan jambu mete. Luas areal perkebunan kopi pada 2005 adalah 10.541 ha dengan jumlah produksi 3.587 ton pertahun. Luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai 3.602 ha, perkebunan kakao seluas 175.349 ha dengan jumlah produksi 110.521 ton pertahun. Luas perkebunan lada 12.3274 ha dengan jumlah produksi 2.851 ton pertahun, perkebunan vanili 1.280 ha dengan jumlah produksi 18 ton pertahun dan jambu mete luas areal 119.659 ha dengan jumlah produksi mencapai 34.034 ton.

Sumber daya alam yang juga potensial adalah sektor pertambangan seperti aspal, marmer dan biji nikel. Lokasi penyebaran aspal di Kabupaten Biton dan Kabupaten Muna. Luas areal pertambangan aspal  dikedua kabupaten itu sebesar 13.003,67 ha dengan jumlah cadangan potensi/deposit mencapai 680.747.000 ton, Pada jenis tambang batu marmer, lokasi penyebarannya di Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Kolaka dengan luas areal seluruhnya 189.082 ha dengan jumlah potensi/deposit mencapai 206.237.000.000 m³. Sedangkan biji nikel, produksinya menurut data tahun 2005 mencapai 1.426.672 ton.

 

Pariwisata di Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sektor yang masih berpeluang untuk dikembangkan lebih baik lagi. Potensi wisata alam, wisata bahari, agrowisata, dan wisata budaya masih dapat dikembangkan lebih optimal dengan memanfaatkan kekayaan pemandangan alam di Propinsi Sulawesi Tenggara. Kondisi alam di Sultra bergunung-bukit, dan bergaris pantai yang panjang, dengan pulau-pulau serta tanaman lautnya yang tersebar di wilayah propinsi ini. Ditambah latar belakang sejarah dan keanekaragaman seni budaya serta tradisi setempat yang unik dan menarik, semuanya akan menarik para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Persoalannya, diperlukan pembenahan dan pemikiran kreatif untuk mewujudkan harapan tersebut, terutama pembenahan sarana dan prasarana yang masih dirasakan minim, seperti transportasi, penginapan, penjualan souvenir, dan sebagainya.

Untuk memajukan potensi pariwisata di Sulawesi Tenggara, perlu digalang kerjasama dengan biro perjalanan dan jasa layanan lain, yang dapat memudahkan serta memacu perkembangan sektor pariwisata di propinsi ini.

Sulawesi Tenggara memiliki sejumlah kelompok bahasa daerah dengan dialek yang berbeda-beda. Perbedaan dialek ini memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia. Kelompok bahasa daerah di Sulawesi Tenggara dan dialeknya masing-masing adalah sebagai berikut:
Kelompok Bahasa Tolaki terdiri dari :

  1. Dialek Mekongga
  2. Dialek Konawe
  3. Dialek Moronene
  4. Dialek Wawonii
  5. Dialek Kulisusu
  6. Dialek Kabaena

Kelompok Bahasa Muna terdiri dari :

  1. Dialek Tiworo
  2. Dialek Mawasangka
  3. Dialek Gu
  4. Dialek Katobengke
  5. Dialek Siompu
  6. Dialek Kadatua

Kelompok Bahasa Pongana terdiri dari :

  1. Dialek Lasalimu
  2. Dialek Kapontori
  3. Dialek Kaisabu

Kelompok Bahasa Walio (Buton) terdiri dari :

  1. Dialek Kraton
  2. Dialek Pesisir
  3. Dialek Bungi
  4. Dialek Tolandona
  5. Dialek Talaga

Kelompok Bahasa Cia-Cia terdiri dari :

  1. Dialek Wobula
  2. Dialek Batauga
  3. Dialek Sampolawa
  4. Dialek Lapero
  5. Dialek Takimpo
  6. Dialek Kandawa
  7. Dialek Halimambo
  8. Dialek Batuatas
  9. Dialek Wali (di Pulau Binongko)

Kelompok Bahasa Suai terdiri dari :

  1. Dialek Wanci
  2. Dialek Kaledupa
  3. Dialek Tomia
  4. Dialek Binongko

Untuk mengatur hubungan kehidupan antara masyarakat, telah berlaku hukum adat yang senantiasa dipatuhi oleh warga masyarakat. Jenis hukum adat tersebut antara lain adalah Hukum Tanah, Hukum Pergaulan Masyarakat, Hukum Perkawinan dan Hukum Waris.

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki berbagai jenis kesenian yang potensial sehingga memperkaya khasanah kebudayaan Indonesia. Jenis-jenis kesenian tersebut adalah seni tari, seni ukir dan seni lukis serta seni suara dan seni bunyi. Seni tari, merupakan tarian masyarakat yang dipersembahkan pada setiap upacara tradisional maupun menjemput tamu-tamu agung yang diiringi oleh alat musik tradisional antara lain gong, kecapi dan alat tiupan suling bambu selain alat musik modern, jenis-jenis seni tari di Sulawesi Tengah adalah :

  1. Tari Umoara
  2. Tari Mowindahako
  3. Tari Molulo
  4. Tari Ore-ore
  5. Tari Linda
  6. Tari Dimba-dimba
  7. Tari Moide-moide
  8. Tari Honari

Selain itu di Sulawesi Tenggara terkenal juga dengan seni ukirnya yaitu ukiran perak. Sedangkan seni ukuran lainnya adalah anyaman rotan dan meja gempol dari kayu

 

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di wilaya tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis letaknya berada di bagian Selatan Garis Khatulistiwa. Disebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Laut Flores, sebelah timur dengan Provinsi Maluku di Laut Banda, dan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan di Teluk Bone.

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki wilayah daratan seluas 38.140 km² dan wilayah perairan seluas 110.000 km². Secara administratif provinsi ini terdiri dari 8 (delapan) wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Buton, Muna, Konawe, Kolaka, Konawe Selatan, Wakatobi, Bombana, Kolaka Utara dan 2 (dua) wilayah kota, yaitu Kota Bau-Bau dan Kota Kendari yang sekaligus sebagai ibukota provinsi. Pada tahun 2005, Sulawesi Tenggara dihuni penduduk sekitar 1.959.414 jiwa.

Pada tahun 2005, total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai Rp. 8,02 triliun. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian yang mencapai Rp. 2,9 triliun atau 37,3% dari total PDRB diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa-jasa dengan kontribusi masing-masing sebesar Rp. 1,2 triliun (15,5%) dan 1,0 triliun (13.4%). Secara umum, perkembangan PDRB Sulawesi Tenggara terlihat sebagaimana grafik disamping.

Secara umum total penggunaan tanah di provinsi ini seluas 3.184.000 ha yang terdiri dari hutan negara seluas 1.991.103 ha (52,2%), tanah perkebunan seluas 401.815 ha (10,44%), sisanya adalah tanah yang tidak diusahakan, tanah lainnya, lahan tanaman kayu-kayuan, kebun dan tambak/ kolam.

Provinsi ini memiliki komoditi unggulan dari sub sektor perkebunan dan perikanan. Komoditi unggulan untuk sub sektor perkebunan adalah kakao, kelapa, kopi, lada, cengkeh, jambu mete dan sagu. Provinsi ini juga memiliki sektor unggulan sekunder yaitu dari sektor industri dengan komoditi unggulan diantaranya industri pengalengan ikan, industri pengolahan kakao, dan industri minyak goreng.

Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di provinsi ini tercatat sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) perusahaan, yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 5.332 orang. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri kimia dasar, industri aneka, industri logam dan mesin serta industri hasil pertanian dan kehutanan. Selain Industri Pengolahan, di provinsi ini juga terdapat perusahaan pertambangan besar yaitu PT. Aneka Tambang (Pertambangan Nikel), PT. Sarana Karya (Pertambangan Aspal di Buton) dan PT. Bakrie Prima yang mengelola pertambangan Marmer.

Sebagai pendukung perkembangan perekonomian daerah ini, tersedia prasarana jalan darat sepanjang 7.264,98 km selain itu didukung dengan 10 (sepuluh) pelabuhan laut baik besar maupun kecil yaitu Sikali, Boepinang, Wanci, Raha, Malegeno, Pomala, Watanako, Kendari, Bau-Bau, dan Kolaka serta 5 (lima) bandar udara yaitu bandara Sugimanuru, Pomala, Wolter Monginsidi, Beto Ambari, dan Tomia. Gambaran umum mengenai sarana perhubungan di provinsi ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
.

 

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google tuduh China atas serangan data-data Gmail
07/06/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Pernyataan Google yang menuduh China berada di balik serangan ke Gmail pekan lalu dianggap terlalu bersifat politis. Harian ternama China, People’s Daily, balik ‘mengancam’ bahwa pernyataan  [ ... ]


Investigasi Bom Di Rusia
04/04/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Polisi Rusia terus mencari petunjuk dari Kaukasus Utara mengenai asal dan identitas dua perempuan pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 39 orang di metro Moskow. Jasad dua perempuan pelaku pengeboma [ ... ]