Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sulawesi Tengah

Penilaian Pengunjung: / 4
KurangTerbaik 

 

 

Peta Provinsi Sulawesi TengahPerkembangan sektor pertanian sangat dominan. Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan untuk mengatasi dampak krisis ekonomi dan telah dapat meningkatkan produksi dan ekspor beberapa komoditas unggulan walau secara keseluruhan belum memberikan nilai tambah dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani. Lahan persawahan sesuai sistem pengairannya dapat dibedakan antara lain lahan sawah irigasi teknis seluas 54.314 ha, irigasi setengah teknis seluas 36.241 ha, irigasi sederhana seluas 13.410 ha, irigasi desa/Non PU seluas 22.929 ha dan lahan sawah non irigasi teknis seluas 23.518 ha.

Dari luas lahan tersebut jumlah produksi padi sawah yang dihasilkan setiap tahunnya mencapai 726.714 ton/ha. Luas lahan palawija, hortikultura dan sayur-mayur 57,320 ha, luas lahan buah-buahan 14.029,92 ha dan luas lahan tanaman obat 667.272 ha. jumlah produksi yang dihasilkan dari lahan palawija antara lain jagung dengan jumlah produksi 67.617 ton/ha, tomat jumlah produksi 58.260 ton/ ha, lobak jumlah produksi 48.300 ton/ha, ubi kayu jumlah produksi 48.255 ton/ha, bawang merah jumlah produksi 44,960 ton/ha, terung jumlah produksi 32.490 ton/ha.

Tanaman buah-buahan, jumlah produksi yang dihasilkan antara lain jeruk siam/keprok sebanyak 21.036 ton/ha, labu siam sebanyak 18.890 ton/ha, nangka sebanyak 3.763 ton/ha, durian 3.123 ton/ha, dan pisang sebanyak 2.887 ton/ha.

Potensi peternakan, hewan ternak  didominasi oleh sapi dengan jumlah produksi sebanyak 189.145 ekor, kambing sebanyak 188.452 ekor, kerbau sebanyak 4.491 ekor, kuda sebanyak 3.315 ekor, dan domba sebanyak 2.211 ekor. Sedangkan hewan unggas didominasi oleh ayam pedaging dengan jumlah populasi mencapai 2.522.000 ekor, lalu disusul oleh ayam kampung sebanyak 2.008.549 ekor, ayam ras (petelur) sebanyak 376.214 ekor, itik sebanyak 210.784 ekor. Sektor peternakan setiap tahunnya menghasilkan populasi yang jumlahnya sangat besar. Peternakan sapi menghasilkan produksi daging sebanyak 2.988,17 ton, peternakan babi menghasilkan sebanyak 2.320,19 ton, kambing sebanyak 84,69 ton, peternakan kerbau sebanyak 38,19 ton, peternakan domba menghasilkan produksi daging sebanyak 24,75 ton, Peternakan ayam ras (petelur) menghasilkan telur sebanyak 299,06 ton, peternakan  ayam ras (pedaging) menghasilkan produksi daging sebanyak  2.006,01 ton, peternakan ayam kampung menghasilkan produksi daging sebanyak 1.876,14 ton dan peternakan itik sebanyak 105,18 ton.

Dari komoditas perkebunan, yang diunggulkan adalah kelapa dengan luas areal tanam sebesar 147.320 ha menghasilkan produksi sebanyak 188.650 ton pertahun, kakao luas areal tanam 193.495 ha menghasilkan 177.591 ton per tahun, kelapa sawit luas areal tanam 66,595 ha menghasilkan 623.293 ton pertahun, kopi luas areal tanam 10.720 ha menghasilkan 4.877 ton pertahun, karet luas areal tanam 6.520 ha menghasilkan 7.216 ton pertahun, vanili luas areal tanam 1.434 ha menghasilkan 92 ton pertahun dan lada luas areal tanam 1.428 ha menghasilkan 227 ton pertahun.

Salah satu sumber daya alam lainnya yang dimiliki adalah sektor kehutanan. Luas hutan mencapai 4.394.932 ha, potensi hutan yang dimiliki sangat besar. Jenis-jenis hutan antara lain hutan lindung seluas 1.489.923 ha, hutan produksi biasa seluas 500.587 ha, hutan produksi terbatas seluas 1.476.318 ha, hutan konversi seluas 251.856 ha, hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 676.923 ha. Hasil produksi dapat diambil antara lain kayu bulat sebanyak 114.583,25 m³, kayu gergajian 90.308.477,5 m³, kayu eboni 708,32 m³, rotan 13.908.462 m³ dan damar 1.468.826 m³.

Selain itu, terdapat pula potensi sumber air laut, diperkirakan luas perairan sekitar 3 (tiga) kali luas daratan yakni 193.923,75 km² membentang sepanjang wilayah. sebelah timur sejauh Teluk Tolo dan Teluk Tomini dan sebelah barat adalah Selat Makassar dan sebagian laut Sulawesi. Potensi perairan laut mengandung sumber penghasilan yang sangar besar berupa bahan makanan ikan dan tumbuhan laut. Potensi lestari perairan laut Sulawesi Tengah diperkirakan sebesar 1.593.796 ton pertahun. Potensi kelautan dan perikanan dimasukkan dalam penetapan zona/kawasan pengelolaan sumber daya pesisir clan laut Sulawesi Tengah, yakni:

  1. Zona pengembangan I, meliputi perairan laut Sulawesi dan Selat Makasar yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Toli-toli dan Kabupaten Buoi;
  2. Zona Pengembangan II, meliput perairan Teluk Tomini yaitu Kab Lipaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Bariggai;
  3. Zona Pengembangan III, meliputi Perairan Teluk folo, yattu Kabupaten Bariggat, Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Worowali.

Potensi penangkapan ikan di laut lepas dan budidaya pantai dapat menghasilkan 92.088 ton ikan dengan jumlah kapal penangkap ikan sebanyak 31.675 unit. Sedangkan di perairan umum mencapai 299 ton ikan. Perikanan budi daya fuis areal mencapai 10.403 ha dapat memproduksi 9.286,6 ton. Pada budidaya tersebut mencapai 1.394,80 ha, dapat menghasilkan sebanyak 1.579,70 ton ikan. Pada budi daya jumlah keramba mencapai 60 unit  produksi 23,2 ton, sedangkan budidaya laut dengan luas areal 828,3 ha menghasilkan produksi sebanyak 20.664,4 ton. Saat ini, Provinsi Sulawesi Tengah pengekspor hasil perikanan sebanyak 1.641 ton keberbagai negara setiap tahunnya.

Potensi sumber daya air cukup besar aliran sungai dan air danau. Sumber  air dan danau dapat dikembangkan energi yang cukup potensial dibagi menjadi beberapa skala, antara lain:

  1. Potensi Skala Besar (PLTA) yakni: Sungai Sulewana (Poso) dan Danau Lindu (Palu) yang berkapasitas total 714,8 Mw;
  2. Skala Menengah (PTM) yang berkapasitas total 28.564,12 Mw dan;
  3. Skala Kecil yang berkapasitas total 804,8 Mw.

Provinsi Sulawesi Tengah juga memiliki Potensi Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluruh wilayah kabupaten/kota dengan jumlah 8.025 unit dan kapasitas 1.650 kw. Potensi Tenaga Bayu/Angin (PLTB) tersebar di seluruh wilaya kabupaten/kota dengan kapasitas 2-3 m/s. Potensi minyak bumi terdapat di Lapangan Tiaka Kec. Bungku Utara Kab. Morowali dan Kec. Toili Barat Kab. Banggai dengan kapasitas 16,5-23 juta barrel/hari dan potensi gas bumi di Senoro Kec. Taili Kab. Banggai demgam kapasitas 1,6 triliun kaki kubik.

Potensi lain yang taka akalah pentingnya adalah bidang pertambangan dan energi. Jenis-jenis pertambangan antara lain nikel dengan luas areal bahan galian mencapai 322.200 ha dengan jumlah potensi cadangan mencapai 8.000.000 WMT dan jumlah cadangan Infered imonit 14.062,20 juta ton. Jenis pertambangan lainya adalah gelena dengan potensi cadangan mencapai 100.000.000 ton, emas mancapai 16.000.000 ton, molibdenum mencapai 100 juta ton, granit potensi cadangan terukur berdasarkan hasil pemetaan semi mikro 1:50.000 sebesar 259.461.283.470 m³, pasir dfelspar potensi cadangan sebesar 71.211.000 m³, gips dengan luas areal ±200 ha, Lempung potensi cadangan mencapai 6.970.000 m³ dan batu bara dengan ketebalan lapisan 0,3-0,1 m yang pada ketebalan 0,15-3,0 m penyebarannya sekitar 15 ha.

 

Pariwisata di Sulteng merupakan sektor yang masih dapat dikembangkan lebih baik. Daerah ini memiliki potensi wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata bahari, agrowisata, maupun wisata budaya.

Obyek wisata yang punya peluang untuk dikembangkan lebih maju antara lain obyek pemandangan alam dengan setting pegunungan, hutan primer/hutan wisata, taman nasional, batuan megalitik, tempat-tempat yang memiliki latar belakang sejarah, serta keaneka-ragaman tradisi, seni, dan budaya lokal yang unik dan menarik.

Semua obyek wisata alam di Sulteng, baik yang berlokasi di gunung, hutan, maupun laut, relatif masih perawan dan indah sekali. Tentu saja semua itu harus ditunjang dengan tersedia dan terselenggaranya atraksi hiburan, makanan, dan transportasi yang memadai, baik bagi turis domestik, maupun wisatawan mancanegara. Hal yang disebutkan terakhir itu belum digarap secara padu oleh perusahaan jasa industri pariwisata di Sulsel.

Berkaitan dengan itu, dapat diketahui bahwa jumlah hotel di Sulteng pada 1998 ada 166 buah (hotel berbintang dan melati); dengan kapasitas kamar 2.143 kamar dan 3.871 tempat tidur. Jumlah wisatawan asing dan domestik tidak diperlihatkan oleh data yang ada.
Sosial Budaya Provinsi Sulawesi Tengah
04-01-2008
Ibukota Sulawesi Tengah adalah Palu. Kota ini terletak di Teluk Palu dan terbagi dua oleh Sungai Palu yang membujur dari Lembah Palu dan bermuara di laut. Penduduk asli Sulawesi Tengah terdiri atas 12 kelompok etnis atau suku, yaitu:
  1. Etnis Kaili berdiam di kabupaten Donggala dan kota Palu;
  2. Etnis Kulawi berdiam di kabupaten Donggala;
  3. Etnis Lore berdiam di kabupaten Poso;
  4. Etnis Amona berdiam di kabupaten Poso;
  5. Etnis Mori berdiam di kabupaten Morowali;
  6. Etnis Bungku berdiam di kabupaten Morowali;
  7. Etnis Saluan atau Loinang berdiam di kabupaten Banggai;
  8. Etnis Balantak berdiam di kabupaten Banggai;
  9. Etnis Banggai berdiam di Banggai Kepulauan;
  10. Etnis Buol mendiami kabupaten Buol;
  11. Etnis Tolitoli berdiam di kabupaten Tolitoli dan
  12. Etnis Tomini mendiami kabupaten Parigi Moutong.
Dari 12 kelompok/ etnis tersebut, Jumlah tokoh pemangku adat adalah sebanyak 216 orang.
Di samping 12 kelompok etnis, ada beberapa suku terasing hidup di daerah pegunungan seperti suku Da’a di Donggala, suku Wana di Morowali, suku Seasea di Banggai dan suku Daya di Buol Tolitoli. Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki sekitar 22 bahasa yang saling berbeda antara suku yang satu dengan yang lainnya, namun masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari.
Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni pula oleh transmigran seperti dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan masyarakat Bugis dan Makasar serta etnis lainnya di Indonesia sejak awal abad ke 19 dan sudah membaur. Jumlah penduduk di daerah ini sekitar 2.128.000 jiwa yang mayoritas beragama islam, lainnya Kristen, Hindu dan Buddha. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong-royong yang kuat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.
Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan diketuai oleh ketua adat disamping pimpinan pemerintahan seperti Kepala Desa. Ketua adat menetapkan hukum adat dan denda berupa kerbau bagi yang melanggar. Umumnya masyarakat yang jujur dan ramah sering mengadakan upacara untuk menyambut para tamu seperti persembahan ayam putih, beras, telur dan tuak yang difermentasikan dan disimpan dalam bambu.
Secara tradisional, masyarakat Sulawesi Tengah memiliki seperangkat pakaian adat yang dibuat dari kulit kayu ivo (sejenis pohon beringin) yang halus dan tinggi mutunya. Pakaian adat ini dibedakan untuk kaum pria dan kaum wanita.
Unsur-unsur adat dan budaya yang masih dimiliki antara lain:

  1. Pakaian adat terbuat dari kulit kayu ivo;
  2. Rumah adat yang disebut tambi;
  3. Upacara adat;
  4. Kesenian (Modero/ tari pesta menyambut panen, Vaino/ pembacaan syair-syair yang dilagukan pada saat kedugaan, Dadendate, Kakula, Lumense dan PeuleCinde/ tari untuk menyambut tamu terhormat, Mamosa/ tarian perang, Morego/ tari menyambut pahlawan, Pajoge/ tarian dalam pelantikan raja/ pejabat dan Balia/ tarian yang berkaitan dengan kepercayaan animisme).
Selain mempunyai adat dan budaya yang merupakan ciri khas daerah, di Sulawesi Tengah juga memiliki kerajinan-kerajinan yang unik juga yaitu:

  1. Kerajinan kayu hitam (ebony);
  2. Kerajinan anyaman;
  3. Kerajinan kain tenun Donggala; dan
  4. Kerajinan pakaian dari kulit ivo.
Secara Umum kondisi keber-agamaan Tahun 2005 yang dianut oleh masyarakat terdiri dari:
  1. Masyarakat penganut Agama Islam dengan tingkat persentase sebesar 78,9%;
  2. Masyarakat penganut Agama Kristen Protestan dengan tingkat persentase sebesar 16,29%;
  3. Masyarakat penganut Agama Kristen Katolik dengan tingkat persentase sebesar 1,47%;
  4. Masyarakat penganut Agama Hindu dengan tingkat persentase sebesar 3,07%;
  5. Masyarakat penganut Agama Buddha dengan tingkat persentase sebesar 0,68%. Keberagaman pemeluk agama di Sulawesi Tengah di komunikasikan melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama yang berfungsi mendinamisir kerukunan kehidupan antar umat beragama, intern umat beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah, dengan pola saling menghargai antar satu sama lainnya.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google Chrome denga fitur terbarunya
20/02/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Dengan semakin populernya web browser Google Chrome, semakin banyak yang mulai berpindah atau menggunakan Chrome sebagai browser utama. Selain kecepatan dan stabil, banyaknya dukungan “extension [ ... ]


Mengenal Blog
15/11/2009 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Sebuah blog berbeda dengan website atau situs. Sebuah website atau situs biasanya dimiliki oleh suatu perusahaan, organisasi, atau lembaga, dan cenderung berisi tentang hal-hal yang bersifat bisnis. S [ ... ]