Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Sulawesi Selatan

Penilaian Pengunjung: / 2
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Sulawesi SelatanAreal pertanian di provinsi ini mencapai 1.411.446 ha, terbagi dalam lahan persawahan seluas 550.127 ha dan lahan kering seluas 861.319 ha. Lahan persawahan beririgasi teknis mencapai 317.727 ha, sawah tadah hujan seluas 230.760 ha, sawah pasang surut 1.540 ha dan sawah lebah/ polder seluas 100 ha dengan total saluran irigasi mencapai 244.304 ha. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 3.365.509 ton padi, terdiri atas 3.352.116 ton padi sawah dan 13.393 ton padi ladang. Dibanding dua tahun terakhir, produktivitas padi yang dicapai meningkat, Pada 2004, produksi padi di sana mencapai 3.552.834 ton sementara pada 2005 mencapai 3.619.652 ton. Di luar sawah-sawah tadi, di provinsi ini juga terdapat lahan kering yang terdiri atas lahan pekarangan seluas 178.734 ha, tegalan/kebun seluas 539.266 ha dan ladang/huma seluas 153.319 ha.

Sebagai salah satu lumbung beras nasional, Sulawesi Selatan setiap tahunnya menghasilkan 2.305.469 ton beras. Dari jumlah itu, untuk konsumsi lokal hanya 884.375 ton dan 1.421.094 ton sisanya merupakan cadangan yang didistribusikan bagian timur lainnya bahkan telah diekpor sampai ke Malaysia, Filipina dan Papua Nugini. Lokasi produksi padi terbesar berada di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang dan Luwu (Bodowasipilu).

Selain pertanian, perkebunan juga merupakan sumber daya alam yang sedang di kembangkan seperti: palawija di Sulawesi Selatan pada 2004 sebanyak 674.115 ton, 723.331 untuk tahun 2005 sedangkan pada tahun 2006 mencapai 696.084 ton dan diperkirakan meningkatpada tahun 2007 sekitar  800.000 ton. Jika ini tercapai, Sulawesi Selatan  akan menjadi produsen jagung terbesar kelima di Indonesia. Sentral produksi jagung terdapat di Kabupaten Bone, Jeneponto, Bulukumba dan Bantaeng. Pada kegiatan Presiden RI ke Provinsi Sulawesi Selatan dengan acara "Puncak Hari Pangan dan Peresmian Pembukaan Indonesia Food di Makassar tanggal 26 November 2006 menyampaikan bahwa: “… pada kesempatan yang baik ini, saya meminta agar pemerintah daerah, provinsi, kabupaten dan kota menyusun program-program yang nyata, untuk meningkatkan roda ekonomi pedesaan. jika ekonomi pedesaan tumbuh dengan baik, kerawanan pangan dan secara bertahap dapat kita hapuskan. Saya mengingat kembali akan pentingnya revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan yang telah saya canangkan beberapa waktu yang lalu…”.

Selain jagung, daerah Sulawesi Selatan juga menghasilkan ubi kayu, ubi jalar. kacang tanah kacang hijau dan kedelai, Untuk produksi ubi kayu pada tahun 2004 sebanyak 592.350 ton, tahun 2005 sebanyak 586.350 ton, sedangkan tahun 2006 produksi ubi kayu sebanyak 590.717 ton. Sedangkan produksi ubi jalar sebesar 61.790 ton pada tahun 2004, 76.500 ton untuk tahun 2005 dan pada tahun 2006 diproduksi sebesar 73.430 ton. Kacang tanah diproduksi sebanyak 41.191 ton tahun 2004, tahun 2005 sebanyak 40.328 ton dan pada tahun 2006 dihasilkan sebanyak 41.759 ton, Kacang hijau pada tahun 2004 diproduksi 27,06 ton, tahun 2005 sebanyak 29.675 ton dan di tahun 2006 sebanyak 28.554 ton. Sedangkan untuk produksi kedelai pada tahun 2004 sebesar 26.875 ton, tahun 2005 sebesar 27.269 ton serta tahun 2006 diproduksi sebesar 22.242 ton. Perkebunan adalah sektor sumber daya alam yang menghasilkan berbagai jenis komoditas, antara lain kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, teh, jambu mete dan kapas.

Berdasarkan Tata Guna Horan Kesepakatan (TGHK) tahun 2004, luas hutannya mencapai 3.090.005 ha, meliputi hutan lindung seluas 1.224.279,65 ha, hutan produksi terbatas seluas 488.551 ha dan hutan produksi biasa seluas 131.041,10 ha, Dart hutan-hutan ini dihasilkan 147.739,24 m³ kayu, terdiri aras 33.345,9 m³ kayu HPH dan 114.604,67 m³ kayu non-HPH, Produksi non kayu terdiri atas 6478,67 ton rotan dan 180.126,7 ton getah pinus.

Potensi sektor perikanannya sebanyak 318378 ton, terdiri atas perikanan laut sebanyak 291.969 ton, perairan darat 6.425 ton dan perairan umum 19.984 ton. Ekspor 2005 di sektor ini mencapai 1.700 ton ikan tuna segar/beku, 1.710 ton ikan kerapu serta 1.400 ton ikan kakap, meningkat jadi 2.100 ton ikan tuna segar/beku, 1.950 ton ikan kerapu serta 1.745 ton ikan kakap pada 2006. Produk kelautan lainnya adalah rumput laut, yang pada 2004 di budi dayakan di garis pantai sepanjang 1900 km dengan total produksi 4.642,7 ton. Saat ini Sulawesi Selatan merupakan sentral pengembangan produksi rumput laut di Indonesia, khususnya untuk jenis glacillaria dan E Cottoni, masing-masing memberikan kontribusi 58% dan 36% terhadap produk rumput laut nasional.

Berbagai jenis peternakan berkembang di sana, terutama ternak sapi, kerbau, ayam, itik, kambing dan sebagainya. jumlah populasi ternak 2005 sebanyak 28.942.526 ekor per tahun dan produksi peternakan mencapai 26.747.228,47 ton per tahun. Populasi ternak tahun 2004 untuk sapi mencapai 738.140 ekor, kerbau 133.467 ekor, kuda 118.101 ekor, kambing 555.927 ekor, babi 448.869 ekor, ayam ekor dan itik 4.118.276 ekor. Sedangkan pada tahun 2005 jumlah populasi kerbau 171,790 ekor, kuda 130.319, sapi 567.749 ekor, babi 570.917 ekor, dan itik 3.534.280 ekor. Pada 2006 populasi kerbing sebanyak 245.350 ekor, kuda 124.254 ekor, ayam sebanyak ekor dan itik sebanyak 4.765.428 ekor.

Perkebunan adalah sektor andalan dengan berbagai jenis komoditas, antara lain kelapa sawit, kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, tebu, karet, teh, jambu mete dan kapas. Dari semuanya, kakao dan kopi adalah komoditas primadona. Luas perkebunana kakao 662.615 ha, terdiri atas perkebunan rakyat 657.334 ha dan perkebunan besar swasta 5.281 ha. Pertumbuhan rata-rata kakao mencapai 2% per tahun, dengan produksi 521.440 ton per tahun. Sentra produksi kakao terdapat di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Wajo, Pinrang, Bone dan Sinjai.

Primadona lainya adalah kopi, dengan luas hutan 203.844 ha, terdiri atas lahan kopi arabika seluas 118.742 ha dan kopi robusta seluas 85.102 ha. Luas lahan ini pun masih dibagi dua, perkebunan rakyat besar seluas 107.966 ha dengan produksi 47.231 ton per tahun dan perkebunana besar swasta seluas 10.776 ha dengan produksi 2.093 ton per tahum. Laju perkembangan luas lahan rata-rata 1,5% per tahun dan pertumbuhan rata-rata produksi 3% per tahun. Setra produksi kopi terdapat di Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang.

Salah satu faktor yang mendorong tingginya PDRB Provinsi Sulawesi Selatan adalah sektor pertambangan. Produksinya mencakup emas, mangan, besi, pasir besi, granit, timah hitam, batu nikel sebagai produk unggulannya. Produksi nikel mencapai 73.283.138 kg per tahun, terdapat di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.

 

Pariwisata, yang merupakan salah satu sektor potensial bagi penerimaan PAD di Sulsel, ternyata sangat mungkin dikembangkan lebih optimal lagi. Daerah Sulsel mempunyai obyek pariwisata yang beragam, baik wisata alam dengan kondisi alamnya yang bergunung-gunung berikut bentuk pantainya yang memanjang, wisata bahari, agrowisata, maupun wisata budaya, termasuk wisata sejarah yang banyak dimiliki oleh daerah ini, seperti di Tana Toraja dan Polewali Mamasa. Semuanya itu menambah keanekaragaman kekayaan obyek wisata di daerah Sulawesi Selatan ini.

Tetapi, potensi itu hanya dapat berkembang jika digarap secara lebih profesional, sehingga memiliki daya tarik yang besar baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk meningkatkan pembangunan pariwisata di Sulsel, perlu dibangun sarana dan prasarana seperti jalan raya, transportasi (darat, laut, udara); dan hotel, yang dapat mendorong pe¬ningkatan kemajuan di bidang pariwisata di daerah ini. Jika sarana dan prasarana yang baik itu sudah da¬pat disediakan, tidak tertutup kemungkinan bahwa para investor asing dan domestik akan berminat untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata dan hiburan ini. Ini artinya, potensi sektor pariwisata yang ada di Sulawesi Selatan akan berkembang secara lebih optimal.

Propinsi Sulawesi Selatan mempunyai peluang yang sangat menjanjikan untuk memperluas jaringan perdagangan dengan propinsi lain, termasuk memper¬luas jaringan ekspor dengan luar negeri, mengingat kemajuan iptek, khususnya teknologi bidang informatika dan telekomunikasi, yang sangat pesat. Selain itu, letak geografis Sulsel sangat strategis, yakni di persimpangan jalur transportasi laut internasional. Tetapi, semuanya itu kembali pada SDM dan investasi mo¬dal yang ada di daerah ini.

 

anyak etnis dan bahasa daerah digunakan masyarakat Sulawesi Selatan, namun etnis paling dominan sekaligus bahasa paling umum digunakan adalah Makassar, Bugis dan Toraja. Salah satu kebudayaan yang terkenal hingga ke mancanegara adalah budaya dan adat Tana Toraja yang khas dan menarik. Lagu daerah yang kerap dinyanyikan di antaranya lagu Makasar yaitu Ma Rencong-rencong, Pakarena dan Anging Mamiri. Sedangkan lagu Bugis adalah Indo Logo, dan Bulu Alaina Tempe dan untuk Tana Toraja adalah lagu Tondo.

Rumah-rumah adat di Bugis, Makassar dan Tator memiliki arsitektur tradisional yang hampir sama bentuknya. Rumah-rumah itu dibangun berdiri di atas tiang-tiang dan karenanya mempunyai kolong. Tinggi kolong disesuaikan tiap tingkatannya dengan status sosial pemilik, misalnya raja, bangsawan, orang berpangkat dan rakyat biasa. Masyarakat di sana percaya bahwa selama ini penghuni pertama zaman prasejarah di Sulawesi Selatan adalah orang Toale. Ini didasarkan atas temuan Fritz dan Paul Sarasin tentang orang Toale, yang berarti orang-orang yang tinggal di hutan, atau lebih tepat dikatakan penghuni hutan. Orang Toale masih satu rumpun keluarga dengan suku bangsa Wedda di Srilangka.

 

Sulawesi Selatan merupakan daerah investasi yang berpotensi oleh hasil perikanan, industri, dan perkebunan. Komoditi unggulan dari sektor tersebut adalah kakao (168,542.00 ton), kopi (63,737.00 ton), kelapa sawit (55,889.00 ton), kelapa (1,030,717.00 ton), cengkeh (37,128.00 ton), perikanan (337,317.00 ton), sapi (723,678.00 heads), jagung (875,746.00), tebu (26,171.00 ton), industri pengolahan kopi (63,737.00 ton kopi), pelelangan ikan (2337,317.00 ton ikan tangkapan), ikan beku (337,317.00 ton ikan tangkapan), tepung ikan (337,317.00 ton ikan tangkapan), industri kelapa terpadu (1,030,717.00 ton kelapa), industri pengolahan daging sapi (723,678.00 ekor sapi), industri minyak essensial (37,128.00 ton cengkeh), cowherd s food (875,746.00 ton of jagung).

Berikut ini adalah pusat pengembangan komoditas Sulawesi Selatan; kakao (Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Pinrang, Wajo, Soppeng danBone), kelapa sawit (Regency of Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara danWajo), perikanan (Luwu, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukamba, Jeneponto, Takalar, Maros danPinrang), tenak sapi (Bone, Gowa, Bulukumba, Maros danBarru), tebu (Bontonompo, Bajeng, Bontomarannu, Somba Opu Subdistrict, Takalar, Bone, Wajo, Luwu danLuwu Utara),industri pengalengan ikan (Bone, Jeneponto danMakassar), industri ikian beku (Bone, Luwu, Sinjai dan Bulukumba),industri tepung ikan (Bone, Luwu, Sinjai dan Bulukumba).

Di tempat kedua ditemukan karet (Bulukumba dan Sinjai), kacang mete(Bone, Pangkep, Sindrap, Sinjai, Barru, Soppeng danBulukumba), rumput laut (Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bone).

Komoditi lain yang cukup berpeluang adalah kacang (Barru, Selayar, Gowa, Sinjai, Maros, Bone, Soppeng dan Wajo), singkong (Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros dan Tana Toraja), kacang mete (Pangkep, Bone dan Sidrap), lada (Located in the Regency of Bulukumba, Sinjai, Enrekang dan Luwu Utara), vanili (Sinjai, Tana Toraja dan Luwu Utara), jahe (Bone), katak (all over province), escargot (all over province), industri logam (Luwu, Maros, Takalar, Selayar, Jeneponto dan Barru), pengolahan kopi (Enrekang dan Tana Toraja), industri minyak kelapa (Luwu Utara, Bulukumba, Bone, Wajo dan Pinrang), gas alam (Wajo (407.4 BCFT), Jeneponto dan Enrekang), batu bara (Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, Enrekang, Bone, Sinjai, Tator, Gowa,Jeneponto dan Enrekang), nikel (Luwu), pasir besi (Luwu), tembaga (Tator), batu kapur (Maros, Pangkep, Sindrap, Bulukumba, Bone, Soppeng), marmer (Bone dan Maros), pasir kuarsa (Sidrap dan Pinrang), zeolit (Tator dan Gowa), tanah liat (Gowa, Bulukumba, Enrekang, Barru, Soppeng, Tana Toraja), bentonit (Gowa, Tana Toraja dan Bulukumba), granit (Luwu, Selayar, Maros/Bone), pantai (Gowa, Bulukumba, Sinjai, Pangkep, Pantao Baromban, Pantai Pasir Putih Bira, Pulau Sembilan, Pulau Kaposan), taman rekreasi hutan (Hutan Rekreasi Malin, Hutan Rekreasi Jompie, Hutan Rekreasi Nanggala, Karenta) , rekreasi laut (Taka Bonerate, Sabalana), wisata danay (Mahalona, Tempe, Towuti, Matano, dan Sidenreng), pariwisata budaya dan sejarah (Tana Toraja dan Tana Toa Kajang), dan wisata alam (Air Terjun Bantimurung, malino, dan Leang-Leang).

Untuk keperluan bisnis Anda, Sulawesi Selatan menyediakan bandara-bandara (Bandara Internasional Hasanuddin, Bandar Udara Pongtiku Toraja, Bandar Udara Andi Jemma Masamba, Bandar Udara Soroako, Bandar Udara Seko, Bandar Udara Rampi, Bandar Udara Haji Aroepala, and Bandar Udara Sinjai), pelabuhan (Bira , Leppe e , Bantaeng , Awerange , Benteng , Jampea , Bulukumba , Bajoe , Pattiro Bajo , Tujuh-tujuh , Kading , Dua BoccoE , Jeneponto , Bua , Palopo , Palopo , Malili , Sinjai , Balantang , Soekarno-Hatta , Pajukukang , Biringkasi , Pare-Pare , Cappa Ujung , Lontange , Selayar , Pamatata , Benteng , Jampe , Siwa , Pertamina s , and poultry specialized ), hotel, (dari kelas melati hingga hotel berbintang), fasilitas perbankan, dan fasilitas komunikasi.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Penjelasan RAM
04/11/2009 |
article thumbnail

ROM kependekan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM, walaupun keduany [ ... ]


Megaupload tahun depan beroperasi kembali
05/11/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Januari mendatang, situs berbagi file MegaUpload, akan lahir kembali dengan nama Mega. Pendiri MegaUpload, Kim Dotcom, mengatakan bahwa situs tersebut akan menghindari pelanggaran hak cipta Amerika  [ ... ]