Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Maluku
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Maluku

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Peta Provinsi MalukuSalah satu yang menjadi motor penggerak perekonomian Provinsi Maluku adalah sektor pertanian, Luas penggunaan lahan untuk hutan lindung 779.618 hektar, hutan suaka alam dan wisata 475.433 hektar, hutan produksi tetap 475.433 hektar, dan untuk lahan persawahan pada 2005 seluas 3.469 hektar, sedangkan untuk sawah tadah hujan 1.065 hektar.

Produksi padi sawah pada 2005 sebesar 32.836 ton akan naik sebesar 4,89% dibandingkan dengan sebelumnya, yaitu 31.304 ton. Produksi padi ladang sebesar 4.403 ton atau turun sebesar 9,10% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 4.844 ton.

Produksi palawija mengalami kenaikan diantaranya: jagung pada 2004 sebesar l2.477 ton menjadi 14.262 di tahun 2005 atau naik sebesar 14,31%, kacang tanah dari 1.876 ton menjadi 2.508 ton atau naik sebesar 33,69%. Demikian juga dengan abi kayu pada 2005 sebesar 94.995 Lon naik sebesar 3,99% dari tahun 2004, sedangkan ubi jalar naik dari 15.298 ton pada 2004 menjadi 16.701 ton di tahun 2005 atau naik 9,17%.

Perkebunan di Provinsi Maluku adalah perkebunan rakyat dengan angka produksi di tahun 2005 sebanyak 69.175 ton, cengkeh sebesar 12.765 ton, pala sebesar 1.998 ton, coklat sebesar 4.185 ton, kopi sebesar 734 ton, jambu mete sebesar 2.068 ton dan kapuk sebesar 182 ton. Sedangkan hasil kehutanan yang terbesar kayu bulat, dengan total produksi pada 2005 sebesar 124.213,18 m³ mengalami penurunan sebesar 32,91% dari tahun 2004, yaitu 185147,36 m³.

Jumlah ternak untuk tahun 2005, antara lain: sapi sebanyak 66,578 ekor, kerbau 22,607 ekor, kambing 146,193 ekor, domba 13.873 ekor, babi 110,896 ekor dan kuda 8.820 ekor. Produksi perikanan di tahun 2004 sebesar 425.671,4 ton, naik menjadi 453.380,6 ton atau sebesar 6,51% di tahun 2005.

 

Arus wisatawan yang datang ke Maluku mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang datang mencapai 1.984 orang, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya 1.235 orang atau meningkat sebanyak 60,65 persen.

Jumlah hotel pada tahun 2004 sebanyak 107 hotel yang terdiri dari hotel bintang sebanyak 16 buah dan hotel melati 91 hotel. Hotel berbintang mengalami kenaikan dari 13 hotel tahun 2003 menjadi 16 hotel tahun 2004 atau naik sebesar 23,08 persen pada tahun 2004. Tingkat hunian hotel tahun 2004 berbintang mencapai 33,66 persen dan non bintang
mencapai 19,48 persen.

Suku bangsa Maluku didominasi oleh suku bangsa Melanesia Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudera Pasifik.

Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-bangsa kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh: ukulele (yang terdapat dalam tradisi budaya Hawaii).

 

Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar, dan profil tubuh yang lebih atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.

 

Pada massa modern saat ini, banyak diantara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain, perkawinan dengan suku Minahasa, Sumatera, Jawa, dengan bangsa Eropa (umumnya Belanda) sudah lazim di massa modern ini, dan melahirkan keturunan-keturunan baru, yang mana sudah bukan ras melanisia murni lagi. Beberapa suku yang berada di Maluku, diantaranya; suku Ambon, suku Lumoli, suku Nuaulu, dan suku Rana.

 

Sebelum bangsa Portugis menginjakkan kakinya di ternate (tahun 1512), bahasa Melayu telah ada di Maluku dan dipergunakan sebagai bahasa perdagangan. Bahasa Melayu Ambon berbeda dengan bahasa Melayu ternate karena pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeda dari suku-suku yang ada di Ternate. Masing-masing bentuk bahasa Melayu mempunyai peran penting dalam masyarakat Maluku sebagai dasar untuk bahasa nasional. Lagu daerah yang akrab dinyanyikan masyarakat, yaitu Sarinande dan Burung Kakak Tua.


Jika di rinci berdasarkan pemeluk agama, pada umumnya penduduk Provinsi Maluku beragama Islam sebanyak 780.579 orang, Kristen 399.879 orang, Katolik 95.201 orang, Hindu 2.619 orang, Budha 461 orang, Konghucu 221 orang, dan lain-lainnya 135 orang. Jumlah tempat ibadah, meliputi masjid sebanyak 1,028 buah, gereja 1.130 buah, pura 13 buah, dan vihara sebanyak 5 buah. Meskipun memiliki penganut agama yang berbeda, namun kerukunan antar umat beragama terjaga dengan baik.

Maluku merupakan salah satu provinsi tertua dalam sejarah Indonesia, provinsi ini dikenal dengan kawasan Seribu Pulau yang memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Provinsi Maluku mempunyai luas wilayah 712.479,65 Km², di sebelah timur berbatasan langsung dengan Kepulauan Irian, di sebelah barat berbatasan dengan Laut Sulawesi, sebelah utara berbatasan dengan Laut Seram dan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Indonesia dan Laut Arafura. Secara administratif provinsi ini terdiri dari 7 (tujuh) kabupaten dan 1 (satu) kota, yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, Seram bagian Barat, Seram bagian Timur dan Kota Ambon. Saat ini Provinsi Maluku memiliki penduduk berjumlah 1.350.156 jiwa, dengan kepadatan sekitar 25 jiwa per km².

Total PDRB Provinsi Maluku untuk tahun 2005 sebesar Rp. 3,25 triliun. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian yaitu sebesar Rp. 1,09 triliun atau sekitar 33,7% dari total PDRB, disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 802 miliar (24,6%), serta sektor jasa-jasa sebesar Rp. 620 miliar (19,0%), sebagaimana grafik disamping.

Adapun nilai ekspor yang dapat dicapai oleh provinsi ini adalah US$ 105 juta, nilai ekspor terbesar datang dari hasil laut sebesar US$ 45,9 juta, diikuti hasil industri lain sebesar US$ 44,6 juta dan hasil kayu sebesar US$ 14,3 juta.

Provinsi ini memiliki unggulan untuk sub sektor perkebunan dan perikanan. Komoditi yang diunggulkan untuk sub sektor perkebunan adalah kakao dan untuk sektor perikanan adalah perikanan tangkap.

Infrasruktur di provinsi ini cukup mendukung kegiatan investasi, terdapat 7 (tujuh) kawasan industri yang tersebar di 7 (tujuh kabupaten), sedangkan ketersediaan prasarana transportasi berupa 26 (dua puluh enam) pelabuhan laut dan 8 (delapan) Bandar udara yaitu Bandara Olilit, Dumatubun Langgur, Amahai, Namlea, Grand Wama, Bula, dan Pattimura.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Support Untuk Windows XP SP2 segera berakhir
15/05/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Bagi anda yang menggunakan Windows XP Home/Professional Service Pack 2 (SP2) mungkin harus segera menyiapkan diri untuk menginstall SP3. Mungkin sebagian sudah tahu, bahwa tidak lama lagi, Microsoft [ ... ]


Century Masuk Babak Baru
20/11/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (tengah), Bambang Widjojanto (kiri), dan Busyro Muqoddas mengikuti rapat dengan Tim Pengawas DPR untuk Pelaksanaan Rekomendasi [ ... ]