Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Kepulauan Riau
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Kepulauan Riau

Penilaian Pengunjung: / 9
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Kepulauan RiauKepulauan Riau memiliki berbagai macam daya alam meliputi: bidang pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lain-lain. Pemerintah Kepulauan Riau terus mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk kesejahteraan masyarakat. Peranan sektor pertanian merupakan sektor kontribusi 5,32% terhadap PDRB 2005, Sektor tersebut belum berkembang maksimal karena luas lahan lebih kecil dibandingkan luas perairan. Di luar itu, tanah merah di kepulauan ini pun hanya bisa ditanamin jenis tanaman tertentu yang memerlukan penelitian dan pengembangan khusus untuk meningkatkan produksinya.

Luas lahan sawah di provinsi ini pada 2005 mencapai 1.792 ha sedangkan lahan bukan sawah  terdiri atas lahan kering dan lahan lainnya mencapai 694.924 ha dan 74.607 ha, Luas lahan hortikultura mencapai 42.728 ha. Lahan sawah irigasi teknis mencapai 130 ha, lahan sawah irigasi sederhana mencapai 104 ha, sementara lahan sawah dengan irigasi desa mencapai luas 309 ha dan lahan sawah tadah hujan seluas 1.249 ha. Luas lahan panen seluruh kabupaten di Kepulauan Riau mencapai 94 ha clan dapat memproduksi padi sebanyak 249 ton dengan rata-rata produksi 5,20 ton/ha.

Hasil palawija adalah jagung dengan luas lahan panen 585 ha clan produksi 1.267 ton; ubi kayu dengan luas lahan panen 708 ha dan produksi 4,927 ton; ubi jalar 1.159 ton; dan kacang tanah dengan lahan panen 124 ha dan produksi 179 ton.

Produksi sayur-mayur hasil produksi 723 ton, kacang panjang dengan hasil produksi 1.295 ton, bayam dengan hasil produksi 26.715 ton dan kangkung dengan hasil produksi 842 ton.

Dari sektor perkebunan, komoditas yang, berpotensi di provinsi kepulauan Riau adalah cengkeh dengan luas lahan 14.716 ha perkebunan kelapa seluas 39.491 ha, perkebunan karet seluas 34.891 ha, perkebunan lada seluas 449 ha, perkebunan sagu seluas 3.949 ha, dan perkebunan gambir seluas 996 ha.

Sektor peternakan dibedakan menjadi tiga jenis kelompok, masing-masing ternak berternak lele dan unggas. Pada kelompok ternak,  kambing adalah ternak dengan populasi terbanyak hingga 18.166 ekor, diikuti 9.976 ekor sapi dan 422.655 ekor babi. Populasi unggas terdiri atas 585.226 ekor ayam buras, 347.800 ekor ayam petelur, 452.510 ekor ayam pedaging  21.634 ekor itik 26.270 ekor puyuh.

Selain perikanan tangkap, pengembangan budidaya perikanan yang meliputi usaha pembenihan sampai pemanfaatan teknologi budidaya sangat cocok di provinsi ini. Di Kabupaten Bintan, Karimun dan Natuna terdapat budidaya ikan yang bernilai ekonomis seperti ikan kerapu, napoleon dan kakap. Potensi budidaya ikan air tawar dapat dikembangkan di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna. Pada 2006, Total produksi perikanan tangkap mencapai 217.094,91 ton dan produksi ikan budidaya 3.475,70 ton.

Wilayah Kepulauan Riau memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena sebagian dan kabupaten memiliki potensi hasil tambang seperti bauksit dan timah, sementara di bawah laut terdapat minyak dan gas. Cadangan minyak bumi mencapai 298,81 million meter barrel oil (MMBO), sementara cadangan gas alam sebanyak 55,3 triliun square cubic feet (TSCF) terdapat di Kabupaten Natuna. Timah dengan jumlah cadangan, mencapai 11.360.500 m3 terdapat di Pulau Karimun. Bauksit dengan total cadangan 15.880,000 ton terdapat di Pulau Bintan dan Tanjong Pinang. Granit dengan total cadangan mencapai 858.384.000 m3 terdapat di Pulau Karimun dan Pulau Bintan. Sementara pasir darat dengan total cadangan mencapai 39.826.400 ton terdapat di Putau Karimun dan Pulau Bintan.

Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing sebesar 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di Provinsi Kepulauan Riau antara lain wisata pantai yang terletak di berbagai Kabupaten dan Kota. Pantai Melur dan Pantai Nongsa di Kota Batam, Pantai Belawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan. Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling.

 

Selain wisata pantai dan bahari, Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat pulau penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat mesjid bersejarah dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang kedua-duanya adalah pahlawan nasional.

Jika dilihat dari fasilitas hotel sebagai sarana bagi para wisatawan maka Kota Batam merupakan Kota dengan jumlah Hotel, Kamar dan Tempat Tidur paling banyak. Melalui tabel berikut kita dapat mengetahui perbandingan Batam dan pintu masuk utama para wisatawan di Provinsi Kepulauan :

                              Jumlah Fasilitas Hotel, Kamar dan Tempat Tidur
Kabupaten/Kota
Hotel
Kamar
Tempat Tidur
Melati
Bintang
Batam
83
56
6.725
8.258
Karimun
58
14
2.847
3.143
Bintan
10
7
1,431
2.883
Natuna
17
0
234
275
Tanjung Pinang
48
12
2.499
2.825
Lingga
5
0
69
133
Prov Kepri
221
89
13.805
17.520

 

Fasilitas ini sesuai dengan daya tampung dan daya tarik Batam sebagai pintu utama wisatawan memasuki Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi ini terlihat dari banyaknya turis manca negara yang menjadikan Batam sebagai pintu masuk utama.

                    Jumlah Wisatawan Tahun 2003, 2004, dan 2005
Kabupaten/Kota
2003
2004
2005
Batam
1.285.192
1.527.131
909.111
Bintan
261.724
292.654
282.137
Karimun
220.976
229.332
203.766
Tanjung Pinang
173.587
248.098
172.417
Total
1.941.479
2.297.215
1.567.433

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa secara rata-rata lebih dari 60% wisatawan masuk melalui Batam sementara sisanya masuk melalui Tanjung Uban, Karimun, Tanjung Pinang.
Sebagai Provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga dan berada pada jalur perdagangan internasional, sejak zaman dahulu berlangsung asimilasi dan perpaduan budaya. Provinsi ini dihuni 17 suku, masing-masing Melayu Sumatera dan Kalimantan, Minang, Jawa, Bugis, Batak, Sunda, Aceh, Bali, Madura, Nias, Flores, Dayak, Papua, Betawi, Ambon, dan China.

Keanekaragaman suku ini membawa kekayaan bahasa daerah. Ada 10 Bahasa dijadikan alat komunikasi di sana, masing-masing Bahasa Melayu, Minang, Jawa, Bugis, Batak, Sunda, aceh, Bali, Madura, minang, dan Nias.
Di provinsi ini, persentase penduduk dewasa dapat membaca dan menulis huruf latin mencapai 96,0 %.
Kepulauan Riau mempunyai letak geografis sangat strategis yaitu dalam jalur perdagangan regional dan internasional di kawasan ASEAN. Berada di jalur perkapalan internasional yang sangat sibuk dan menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik. Di sebelah utara provinsi ini berbatasan dengan Laut cina selatan, sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat dan Negara Malaysia, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi dan di sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Riau, Negara Singapura dan Malaysia. Adapun luas wilayah provinsi ini adalah 8.084,01 Km² yang terdiri dari 96% lautan dan 4% daratan (2.408 pulau). Secara administratif provinsi ini terdiri dari 4 kabupaten dan dua kota dengan Tanjnung Pinang sebagai ibu kota provinsi.

Pada tahun 2005, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan provinsi ini mencapai Rp. 9,96 triliun. Penyumbang terbesar datang dari sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 2,49 triliun atau 25,0% dari total PDRB disusul sektor pertambangan dan penggalian dan sektor pertanian dengan kontribusi untuk masing-masing sektor sebesar Rp. 2,08 triliun (20,9%) dan Rp. 1,46 triliun (14,7%). Secara umum, perkembangan PDRB Kepulauan Riau dapat dilihat pada grafik disamping.

Provinsi ini memiliki unggulan dari sub sektor perkebunan dan perikanan. Komoditi unggulan untuk sub sektor perkebunan yaitu kelapa sawit dan karet sedangkan komoditi unggulan untuk sub sektor perikanan berupa perikanan tangkap.

Terdapat 2 (dua) kawasan industri yaitu Bintan Internasional Industrial Estate dan Pulau Madong. Selain kawasan industri, provinsi ini didukung 21 (dua puluh satu) pelabuhan laut dengan Pelabuhan Tanjung Pinang sebagai pelabuhan terbesar yang panjang dermaganya mencapai (668 m) diikuti Pelabuhan Matak (102 m) dan pelabuhan Lagoi (100 m). Sedangkan untuk jalur tranportasi melalui udara terdapat 4 (empat) bandar udara yaitu Bandara Kijang dengan panjang landasan 1.850 Km di kabupaten Kepulauan Riau, Bandara Dabo (1.175 Km) di Kabupaten Lingga, Bandara Ranai (2.500 Km) di Kabupaten Natuna dan Bandara Kijang (1.850) di Kota Tanjung Pinang.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google Ditches Microsoft's Windows Over Security Issues, Report Claims
02/06/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Google employees are slamming Microsoft's Windows operating system, claiming security vulnerabilities in the OS left the company open to Chinese hackers in January 2010, a new report says. According [ ... ]


Software Remote Desktop
25/02/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

software remote desktop yang cukup bagus. Tidak lain dan tak bukan adalah Team Viewer, jreng jreng jreng.. sedikit melucu tidak dosa kan  Tentunya anda sudah mengenal apa itu remote desktop. Baik y [ ... ]