Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Kalimantan Timur
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Kalimantan Timur

Penilaian Pengunjung: / 6
KurangTerbaik 

Peta Provinsi Kalimantan TimurLahan potensial pertanian tanaman pangan dan hortikultura pada rahim 2006 seluas 2.511.167 ha terdiri dari lahan sawah seluas 225.451 ha dan lahan bukan sawah 2.285.716 ha. Dan luas potensi utama sawah tersebut, yang ditanami padi setahun dua kali 34.076 ha. Lahan sawah yang tidak diusahakan selama satu tahun seluas 23.232 ha dan lahan sawah yang sementara tidak diusahakan adalah 121.270 ha, lahan sawah yang ada baru di fungsikan seluas 104.181 ha (±46%). Untuk lahan bukan sawah dari lahan potensial seluas 2.285,716 ha yang difungsikan baru seluas 1.446.132 ha (±63%) dan sementara tidak diusahakan adalah 893.584 ha (±37%).

Untuk tahun 2005, Provinsi Kalimantan Timur mendapat jatah kayu tebangan tahunan sebesar ±1,5 juta meter kubik. Untuk memenuhi kebutuhan seluruh industri di Provinsi Kalimantan Timur setidaknya diperlukan bahan baku kayu sebesar 3,2 juta meter kubik.

Perkembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor unggulan bagi pertumbuhan ekonomi, potensi sumberdaya ikan yang cakup besar, di antaranya Wilayah ZEEI (Zone Ekskfusif Indonesia) di laut Sulawesi seluas ±297.813 km². Penangkapan di pantai seluas ±12.000.000 ha, terdapat lahan yang digunakan untuk budidaya air payau seluas ±91.380 ha, ditimbang parairan umum seluas ± 2.773.937 ha.

Perkembangan produksi ikan tangkapan ikan laut, produksi perikanan tambak dan produksi penangkapan  perairan umum meningkat dari 99.691 ton tahun 2005 menjadi 101.187 ton pada 2006 dengan  rata pertumbuhan per tahun sebesar 1,5%, Produksi perikanan darat tahun 2005 sebanyak 49.719 ton meningkat  menjadi 50.465 ton pada tahun 2006 dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,5% produksi ikan perairan umum tahun 2005 meningkat menjadi 30.964 ton pada 2006 rata-rata pertumbuhan sebesar 1,26% per tahun.

Peluang ekspor hasil perikanan sebagian besar ke negara Jepang dan ke beberapa negara tujuan seperti Amerika Serikat, Hongkong, Malaysia, Singapura beberapa negara Eropa. jenis komoditas yang diekspor adalah udang beku (bentuk olahan headless&peeled) yang terdiri atas udang windu dan udang putih, idang segar, ikan tenggiri, ikan hidup berupa ikan berutu, ikan kerapu, lobster serta kepiting, labi-labi, kura-kura, dan cacing laut.

Potensi sumberdaya alam dan sumberdaya mineral yang cukup besar dilihat dari segi geologi dan potensi lahan galian sangat mempunyai daya tarik yang cukup tinggi dimata para investor bidang pertambangan, namun masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal terkait dengan masih perlunya secara terus menerus informasi geologi sumberdaya mineral dalam rangka mengelola sumberdaya mineral, energi, air tanah, pengelolaan lingkungan, investasi bencana alam, penggunaan lahan dan penataan ruang wilayah pertambangan. Saat ini terdapat enam perusahaan yang telah memproduksi  minyak bumi, masing-masing Pertamina, OPEP Sangata, tiga perusahaan asing serta dua perusahaan swasta nasional.

Di lihat dari perkembangannya, produksi minyak mentah, gas alam dan batu bara mengalami peningkatan. Produksi minyak mentah pada 2004 sebesar 58.975,99 barell sedangkan produksi gas alam sebesar 1.220.287,54  dan produksi batu bara sebanyak 63.769.646,04 ton. Sementara pada 2005, produksi minyak mentah 57.025,99  barell, produksi gas alam 1.110.900.740 MMBTU dan batu bara sebanyak 81.517.819,59 ton, Sedangkan untuk tahun 2006 produksi minyak mentah 13.476,48 barel, produksi gas alam 292.227,42 MMBTU, dan produksi batu bara sebesar 58.489,691,98 ton.

 

Pariwisata di Kaltim mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flaora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai.

Wisata budaya di Kaltim meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal/ setempat yang spesifik serta menarik. Kesemuanya masih ditunjang oleh pengembangan sektor jasa (yang dapat mendukung kegiatan pariwisata); sektor pertambangan, industri, dan kehutanan yang cukup potensial di daerah Kaltim.

Dengan potensi wisata seperti itu, sektor pariwisata di Kaltim tergolong primadona dalam menghasilkan devisa negara. Selain itu, sektor ini diharapkan menjadi salah satu sektor yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, di saat krisis ekonomi yang tak kunjung selesai ini. Melalui model padat karya, tentu sektor pariwisata akan ikut mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Persyaratan utama yang dibutuhkan adalah keamanan dan ketenangan politik. Kedua hal itu sangat diharapkan oleh para wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia, khususnya Kaltim.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang ber kunjung ke Kaltim pada 1997 dan 1998 adalah 42.817 orangdan 19.590 orang, sementara wisatawan domestik 1.345.650 orang dan 788.686 orang. Dengan demikian, jumlah total wisatawan pada 1997 dan 1998 adalah 1.388.467 orang dan 808.276 orang. Jumlahnya menurun drastis karena faktor keamanan yang kurang kondusif serta kerusuhan yang sedang marak di tanah air, terutama kerusuhan medio Mei 1998 di Jakarta, Solo, Medan, dan Surabaya. Ternyata, secara signifikan faktor ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke Kaltim. Nasib yang sama juga menimpa daerah lain.

Melihat keseluruhan data tersebut, dapat dikatakan bahwa perkembangan ekonomi regional, khususnya di Kaltim, dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan internasional, mengingat letak geografis Kaltim yang strategis dan berbatasan dengan Malaysia Timur (Sabah dan Serawak). Potensi tersebut sangat memudahkan hubungan dagang dan bisnis lainnya dengan Brunei Darussalam, Malaysia, serta daerah lain melalui transportasi udara, darat, dan laut, termasuk jalur pelayaran internasional yang melalui Selat Makasar. Potensi kerjasama itu didasarkan pada pemanfaatan dan pengem¬bangan keunggulan komparatif, terutama potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah Kalimantan Timur

Penduduk asli Kalimantan Timur terdiri atas tiga suku besar: Dayak, Kutai, dan Banjar. Perkembangan dan kemajuan pembangunan serta berdirinya industri-industri raksasa seperti LNG Badak, PT Pupuk Kaltim Bontang, PT KEM, PT KPC dan berbagai pertambangan batu bara serta perusahaan perkayuan dan lain-lainnya memperluas lapangan usaha dan kesempatan kerja. Akibatnya masyrakat lebih beraneka ragam baik etnis maupun budaya. Kondisi demikian juga potensi untuk mengembangkan keanekaragaman budaya asli antara lain suku Bilungan, Tidung, Berusu, Abai, Kayan, Dayak, dan suku pendatang.
Dalam kehidupan beragama relatif cukup baik bahkan kondisi toleransi antar umat beragama di tindaklanjuti dengan pembentukan Forum Komunikasi Umat Beragama di tingkat Provinsi dan smbilan Kabupaten serta emapat kota.

Provinsi ini merupakan provinsi terbesar kedua di Indonesia setelah Papua. Wilayahnya kira-kira sama dengan satu setengah pulau Jawa dan Madura dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Secara administratif, provinsi ini memiliki 10 kabupaten dan 4 kota dengan Samarinda sebagai ibukota provinsi. Luas wilayahnya 208.657,74 km² dan sampai tahun 2005, tercatat bahwa jumlah penduduk di provinsi ini sebanyak 2.840.874 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 12 jiwa/km².

Total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur untuk tahun 2005 mengalami pertumbuhan sebesar 2,95% dengan migas dan tanpa migas sebesar 6,91% dengan tingkat laju inflasi sebesar 15,92%, dan besaran PDRB yang mampu diciptakan sebesar 176.132,17 trilyun rupiah dengan migas dan tanpa migas sebesar 67.439,73 trilyun rupiah.

Provinsi ini memiliki beberapa komoditi unggulan yaitu kelapa sawit, kelapa dan karet serta perikanan tangkap.

Nilai ekspor Kalimantan Timur pada tahun 2005 mencapai US$ 14,2 miliar. Besarnya nilai ekspor provinsi ini didominasi komoditi minyak dan gas. Pada tahun 2005 nilai ekspor untuk minyak dan gas mencapai US$ 10,8 miliar atau 75,7% dari total nilai ekspor sedangkan untuk komoditi non migas, nilai ekspornya sebesar US$ 3,5 miliar.

Kalimantan Timur memiliki 2 (dua) kawasan industri utama yaitu Bontang Industri Estate berada di Kota Bontang, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, dan KAPET DAS KAKAP di Banjarmasin. Di Provins ini tersedia jalan negara sepanjang 1.226,21 km, jalan provinsi sepanjang 1.762 km, dan jalan kabupaten sepanjang 7.105 km. Untuk moda transportasi laut, terdapat 4 (empat) pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Laut Nunukan, Tarakan, Samarinda, dan Balikpapan yang sekaligus berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan. Di provinsi ini juga tersedia 4 (empat) bandar udara yaitu Bandara Temidung, Juwata, Tanjung Berau, serta bandara nasional Sepingan di Kota Balikpapan. Gambaran mengenai prasarana perhubungan di provinsi ini dapat dilihat pada peta di bawah ini.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Cuaca Ekstrem
21/02/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

  adan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengingatkan potensi hujan deras yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia, akan terjad [ ... ]


Cloud computer sangat cocok ICT
15/01/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Telkomsel baru saja berkolaborasi dengan Google meluncurkan Business Connect, yaitu solusi konektivitas bisnis berbasis Web untuk mengoperasikan email, instant messaging, calendar, office operation  [ ... ]