Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Kalimantan Tengah

Penilaian Pengunjung: / 3
KurangTerbaik 

 

 

Peta Provinsi Kalimantan TengahKeppres Nomor 82 Tahun 1995 tentang Pengembangan Lahan Gambut Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimantan Tengah telah mendasari pelaksanaan proyek pengembangan lahan gambut (PLG) untuk pertanian tanaman pangan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Proyek ini berhasil membuka areal baru pertanian (ekstensifkasi), meningkatkan intensitas tanam, memanfaatkan lahan-lahan berawa, membangun berbagai jenis saluran, pintu-pintu air, mencetak sawah, jalan dan jembatan, sarana permukiman, serta mendatangkan transmigran baik dari luar maupun lokal. Semua itu dilakukan oleh dan dengan anggaran berbagai departemen selama 4 sampai 5 tahun.

Di areal PLG terdapat potensi lahan padi seluas 160.000 ha yang setiap tahunnya menyumbangkan pangan tanaman padi bagi masyarakat di sana, Pada musim tanam April-September 2006 saja, misalnya, terdapat luas areal sawah 12.500 ha dengan komposisi bibit unggul seluas 512 ha dan bibit lokal seluas 11.988 ha.

Dalam kaitan ini, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menaruh perhatian besar pada potensi ekonomi dan besarnya aset yang telah ditanam pemerintah pusat di kawasan PLG itu. Inilah yang mendiring Presiden RI, pada 29 Agustus 2006, mencanangkan ”Rehabilitasi dan Revitalisasi Pengembangan Lahan Gambut” di Kalimantan Tengah, sekaligus melakukan panen perdana untuk penanaman padi seluas 12.500 ha yang terdiri dari 500 ha padi unggul dan 12.000 ha padi local. Dalam sambutannya Presiden berharap: ”... teruskanlah mengembangkan, merencanakan, menata semuanya itu dengan baik, dengan penuh semangat, dengan penuh tanggung jawab, agar cita-cita Pak Gubenur dengan semua pimpinan dan masyarakat Kalimantan Tengah ini dapat terwujud dengan baik”.

Lebih lanjut, Presiden menunjukkan keseriusannya terhadap proyek ini dengan mengeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah, dengan menugaskan Gubenur Kalimantan Tengah dalam penanganan Lahan Gambur sangatlah berat, namun dengan tekad dan optimisme yang tinggi kiranya harapan Presiden dapat terwujud. Ini tercermin dari ungkapan Beliau: ”Kami yakin proyek ini tidak saja bakal menyejahterakan penduduk Kalimantan Tengah, tapi juga akan memberikan kontribusi pangan dalam skala nasional. Ini juga sekaligus membuka lowongan kerja buat masyarakat sekaligus lahan investasi baru untuk investor, ”ujar Teras Narang, optimistis.

Sebagai provinsi ketiga terluas di Indonesia, Kalimantan Tengah mempunyai kawasan hutan seluas 10.294.388,72 ha atau 64,04% diri total luas wilayahnya. Dengan karakteristik vegetasi penutupan lahan yang unik dan khas, hutan-hutan di provinsi ini dibagi dalam empat tipe penyebaran, masing-masing Hutan Hujan Tropika seluas 10.350.363,87 ha atau 65,51% dari total luas provinsi; Hutan Rawa Tropika seluas 2.383.683,31 ha atau 15,08% dari total luas provinsi; Hutan Rawa Gambut seluas 2.280.789,70 ha atau 14,44 % dari total luas provinsi; dan Hutan Pantai Mangrove seluas 832.573,55 ha atau 5,27%dari total luas provinsi.

Luas hutan yang mencapai 64,04% dari total luas wilayah ini bisa dipastikan sangat menguntungkan Provinsi Kalimantan Tengah. Sektor ini menyumbang penerimaan negara yang cukup besar dalam bentuk provisi sumber daya hingga sebesar Rp 132.347.418.067,50,- dan dana reboisasi sebesar Rp 316.558.344.542,59,-. Penerimaan negara tersebut berasal dari pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPK), IPK dan Izin Sah Lain-nya (ISL) serta dari hasil lelang kayu trmuan maupun kayu sitaan.

Sektor perikanan pada 2006 produksinya mencapai ± 88.893 ton, naik 8,5% dibandingkan produksi tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, 82.212 ton adalah perikanan tangkap dan 6.681 ton sisanya produksi perikanan budidaya. Termasuk dalam jenis ikan hasil tangkapan di laut adalah tongkol, kembung, udang, kepiting, rajungan, kakap, sembilang, mayung, selar, tenggiri, benagin, pari, cucut, belanak, teri tembang, dan lainya. Sedangkan, hasil tangkapan perairan tawar meliputi baung, gabus, lais, sepat, gurami, biawan, toman, seluang, jelawat, patin, tapah, kelabau, udang galah, betutu, dan lain-lain. Jenis ikan hasil budidaya pada 2006 meliputi: patin, nila, toman, ikan mas, bawal air tawar, jelawat, gurame, lele, betok, udang galah, udang windu, dan bandeng.

Sektor peternakan di Kalimantan Tengah pada umumnya masih digarap secara tradisional dalam bentuk usaha kecil atau rumah tangga. Padahal, luas lahan rumput yangpotensial untuk berbisnis peternakan sapi, kerbau, kambing/domba, dan unggas tersedia luas. Namun demikian, populasi ternak selama 2004 terus nail, khususnya ternak sapi potong yang jumlahnya naik dari 55.999 ekor pada 2005 manjadi 63.375 ekor pada 2006 atau naik 13,24%. Ini semua berkat kegiatan aksi pembibitan dan Penguatan Modal Keuangan Usaha Kelompok (PMKUK) dan skim kredit ketahanan pangan.

Produksi daging juga meningkat dari 13.8925.579 kg pada 2005 menjadi 25,52%. Lenaikan yang sama terjadi pada produksi telur dari 3.851.223 kg pada 2005 menjadi 4.996.351 kg pada 2006 atau nail 29,73%.

Sumber daya alam yang tak kalah memikat di Bumi Tambun Bungai ini adalah perkebunan kelapa sawit. Sektor ini dari tahun terus memikat para investor. Pada 2006, terhampar 523.502 ha kebun sawit, dengan jumlah produksi 1.100.000 ton. Dari buah yang melimpah itu, pemerintah setempat manarik keuntungan dari hasil 813.897 ton crude palm oil (CPO) pada 2006 dan 165.000 ton PLO. Berpijak pada fenomena inilah pemerintah setempat kemudian menargetkan produksi CPO mencapai 2 juta ton pada 2009. jika produksi sawit meningkat, kebutuhan pupuk pun bisa dipastikan meningkat. Inilah bisnis sampingan yang bisa digarap selain sawit. Pada 2006 saja, perkebunan sawit di Kalimantan Tengah menyedot 161.361 ton pupuk. Bisa dibayangkan, jika produksi sawit itu ditargetkan mancapai 2 juta ton.

Secara geologis, Kalimantan Tengah terdiri atas satuan batuan beku (25%), bantuan sedimen (65%) dan batuan metamorf (10%). Ketiga satuan batuan ini membawa potensi bahan galian tambang yang beragam. Pada satuan beku ini, erdapat di bagian utara Kalimantan Tengah dan dikenal sebagai ”Borneo Gold Belt”, tersimpan potensi emas dan perak serta beberapa jenis logam dasar. Satuan sedimen terdiri atas tigacekungan besar masing-masing cekungan Balito, cekungan Melawi dan cekungan Kutai. Ketiga cekungan ini mangandung cebakan minyak dan gas bumi, batubara, logam mulia dan logam dasar sekunder.

Sejumlah investor lokal maupun luar telah melirik bisis pertambangan yang menggiurkan ini. Ini terlihat dari jumlah perizinan dan kontrak yang dibuat oleh Pemda Kalimantan Tengah, mulai dari enam Kontrak Karya (KK), 15 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), 289 Kuasa Pertambangan (KP), 60 Surat Izin Pertambangan Rakyat Daerah, 23 Surat Izin Pertambangan Rakyat (WPR) di lokasi seluas 87.537,94 ha.

Di Kalimantan Tengah kini tersedia potensi 3,5 miliar ton batubara, terdiri atas 1.6064 miliar ton dengan klasifikasi tereka, dan 684.931 juta ton dengan klasifikasi terukur. Target produksinya memang 5 juta ton per tahun, meskipun realisasinya baru mencapai 2 juta ton akibat kendala angkutan. Diperkirakan produksi 2009, akan mencapai 20 juta ton per tahun.

 

Kalteng juga berpotensi baik dalam bidang pariwisata, terutama wisata alam yang berupa wisata hutan atau cagar alam (Bukit Raya dan kelompok Hutan Monumental) di Kotawaringin Timur; Bukit Sapat Hawung di Barito Utara; Merang di Kota Palangkaraya; suaka alam, darat, dan laut di Kotawaringin Barat; air terjun Malau Besar dan Pauras di Barito Utara; Tangkiling di Palangkaraya; pantai yang indah dan alami di Kotawaringin Barat; serta Ujung Pandaran di Kotawaringin Timur. Itulah beberapa obyek wisata alam yang indah di daerah Kalimantan Tengah.

Banyaknya wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Kalteng pada 1997 dan 1998, khususnya keTaman Nasional Tanjung Puting: wisltan 1.475 crang (1997) dan 1.070 orang (1998); domestik 1.574 orang (1997) dan 1.215 orang (1998). Semen¬tara itu, jumlah hotel (berbintang dan melati) di Kalteng pada 1998 berjumlah 195 unit, dengan jumlah kamar 3.522 buah, dan tempat tidur 5.561 buah.
Dengan posisi geografisnya yang cukup strategis, berhadapan langsung dengan Laut Jawa dan berbatasan dengan propinsi Kalbar dan Kaltim, dapat dikembangkan perdagangan antar propinsi untuk memperkuat basis ekspor daerah (yang masih perlu dikembangkan). kerja sama antar propinsi itu hendaknya didasari upaya pengembangan keunggulan komparatif dan prinsip saling menguntungkan, terutama berkaitan dengan sumber daya alam yang melimpah di daerah ini. kerja sama ini juga dapat dimanfaatkan untuk memacu terwujudnya otonomi daerah dan meningkatkan kemakmuran daerah, dalam rangka pelaksanaan undang-undang perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Kalimantan Tengah dihuni oleh berbagai suku bangsa, diantaranya Dayak, Jawa, Banjar, Batak, Toraja, sampai Papua dan lain-lain. Suku yang sangat dominan adalah Dayak. Bahasa daerahnya terdiri dari puluhan, bahkan ratusan, bahasa Dayak. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, bahasa yang kerap digunakan adalah bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maayan, Dayak Kapuas, bahasa Jawa, dan bahasa Banjar.

Kalimantan Tengah juga terkenal dengan kekayaan budaya “Rumah Betang” sebuah rumah besar yang dihuni beberapa keluarga sekaligus secara turun-temurun, di mana kekerabatan yang sangat erat menjadi unsur dominan berlangsungnya kebudayaan untuk ini.
Kalimantan Tengah merupakan provinsi terluas nomor 4 (empat) di Indonesia setelah Irian Jaya Barat, Papua, dan Kalimantan Timur. Provinsi ini memiliki luas wilayah 153.564 km² dan dihuni oleh 1.958.428 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 12 jiwa/km². Dengan adanya pembentukan 8 (delapan) kabupaten baru yaitu sejak berlakunya UU No.5 tahun 2002, Secara administratif Kalimantan Tengah terbagi menjadi 13 kabupaten dan 1 kota dengan Palangkaraya sebagai ibukota provinsi. Pembangunan daerah antara provinsi dan kabupaten berlangsung dalam derajat yang hampir sama, bahkan beberapa kabupaten telah lebih cepat berkembang dibandingkan provinsi sendiri, seperti Kotawaringin Timur, Barito Utara dan Kotawaringin Barat. Hal ini dimungkinkan karena letak strategis kota Palangka Raya di tengah provinsi yang membuka peluang tumbuhnya wilayah-wilayah secara simultan.

Sampai dengan tahun 2005, tercatat total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah atas dasar harga kostan mencapai Rp. 13,96 triliun. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian sebesar Rp. 6,24 triliun atau 44,7% dari total PDRB, disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa-jasa dengan nilai untuk masing-masing sektor adalah Rp. 2,5 triliun (17,9%) dan Rp. 1,72 triliun (12,3%). Untuk sektor pertanian, yang dominan adalah sub sektor perkebunan yang mencapai Rp. 3,25 triliun atau sebesar 52,1% dari total PDRB sektor pertanian.

Terdapat beberapa komoditi unggulan di provinsi ini yaitu kelapa sawit, kelapa kopra dan karet serta perikanan tangkap. Nilai ekspor provinsi ini mencapai US$ 74,5 juta yang terdiri dari ekspor Moulding, Plywood dan S4S.

Untuk menunjang kegiatan investasi telah tersedia 11 (sebelas) kawasan industri yang tersebar di 6 (enam) kabupaten dan 13 (tiga belas) pelabuhan laut serta 10 (sepuluh) bandar udara. Pelabuhan laut terbesar adalah Pelabuhan Kumai dengan panjang dermaga 900 m, diikuti Pelabuhan Sampit (316 m) dan Pelabuhan Kuala Kapuas (150 m). Sedangkan 10 (sepuluh) bandar udara tersebut meliputi : Bandara Sanggu, Beringin, Sangkalemu, Kuala Kurun, Iskandar, H. Asan, Kuala Pembuang, Tubang Samba, Air Strip IMK dan Tjilik Riwut. Adapun bandara terbesar di provinsi ini adalah Bandara Tjilik Riwut yang terletak di Kota Palangkaraya dengan panjang landasan mencapai 2.100 Km diikuti bandara Iskandar di Kotawaringin Barat dengan panjang landasan 1.700 Km dan Bandara H. Asan yang memiliki panjang landasan 1.600 Km.

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Jet Tempur F-16 Sebanyak 24 Di Jual Kepada Mesir
31/12/2009 |
article thumbnail



Perusahaan raksasa ruang angkasa Lockheed Martin menjual 24 jet tempur F-16 kepada Mesir dalam sebuah kesepakatan 3,2 miliar dolar, seorang juru bicara perusahaan itu mengatakan, Selasa.

"Kami m [ ... ]


Mengamankan data-data di Cloud Computer
27/10/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Komputasi awan, atau cloud computing, sebuah sistem komputasi yang berbasiskan server untuk menyimpan aplikasi, data, dan seterusnya, merupakan teknologi efisien yang akan banyak digunakan di masa d [ ... ]