Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Info Indonesia Provinsi Bali
SocialTwist Tell-a-Friend

Provinsi Bali

Penilaian Pengunjung: / 2
KurangTerbaik 

Peta Provinsi BaliPotensi lahan persawahan pada 2005 seluas 81.210 ha, dan sisanya adalah lahan kering. Lahan persawanan terluas terletak di Kabupaten Tabanan (pada 2006 mencapai 22.490 ha). Hal ini sesuai dengan julukan Tabanan sebagai ”lumbung beras”. Berikutnya diikuti Kabupaten Gianyar dengan luas lahan sawah 14.856 ha, sedangkan Kota Denpasar memiliki lahan sawah terkecil yaitu 2.768 ha. Sementara lahan kering terbanyak terdapat di Kabupaten Buleleng yaitu sebesar 74.320 ha, diikuti Kabupaten Karangasem seluas 62.707 ha, Kabupanten Tabanan seluas 51.338 ha dan Kota Denpasar memiliki luas lahan kering terkecil yaitu 9.229 ha.

Kawasan hutan di Provinsi Bali memiliki luas sekitar 130.686,01 ha dan 23,2% dari luas Pulau Bali terdiri dari kawasan Hutan Lindung seluas 95.766,66 ha (73,28% dari luas hutan keseluruhan). Hutan Konservasi seluas 26.293,59 ha yang terdiri dari: Cagar Alam seluas 1.762,80 ha dan Taman Nasional seluas 19.002,89 ha yang terdiri dari daratan seluas 15.587,89 ha dan perairan seluas 3.415 ha, Hutan Wisata Alam seluas 19.002,89 ha, Taman Hutan Raya seluas 1.373,50 ha, Hutan Produksi Tetap seluas 1.907,10 ha dan Hutan Produksi Terbatas seluas 6.719,26 ha dan Hutan Bakau seluas 3.013 ha yang terdiri dari 2.177 ha di dalam kawasan hutan dan 834 ha terletak di luar kawasan hutan.

Kebijakan perkembangan daerah tidak terlepas juga dari prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan seperti yang tertuang dalam Agenda 21 Nasional dan Agenda 21 Daerah yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan ke dalam satu paket kebijakan. Selain itu paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan dan bersifat holistik senantiasa mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan kenerja pembangunana yang lebih baik dengan memperhatikan ongkos lingkungan dan ongkos pasokan serta cadangan sumber daya alam.

Hutan Konservasi seluas 26.293.59 ha yang terdiri dari: Cagar Alam seluas 1.762,80 ha dan Taman Nasional seluas 19.002.89 ha yang terdiri dari daratan seluas 15.587,89 ha dan perairan seluas 3.415 ha, Hutan Wisata Alam seluas 4.154,40 ha, Taman Nasional seluas 19.002,89 ha, Taman Hutan Raya seluas 1.373,50 ha, Hutan Produksi seluas 8.626,36 ha yang terdiri dari hutan Produksi tetap seluas 1.907,10 ha dan hutan produksi terbatas seluas 6,719,26 ha dan hutan bakau seluas 3.013 ha yang terdiri dari 2.177 ha di dalam kawasan hutan dan 834 ha terletak di luar kawasan hutan.

Kebijakan pembangunan daerah tidak terlepas juga dari prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan seperti yang tertuang dalam Agenda 21 Nasional dan Agenda 21 Daerah yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan ke dalam  kebijakan. Selama ini paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan dan bersifat holistik senantiasa mendorong pernerintali daerah untuk menciptakan kinerja pembangunan yang lebih baik dengan memperharikan ongkos lingkungan. dan ongkos penemunan pasokan serta cadangan sumber daya alam.

Pariwisata di daerah Bali merupakan sektor paling maju dan berkembang, tetapi masih berpeluang untuk dikembangkan lebih modern lagi. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata sejarah maupun wisata budaya. Wisata alam, misalnya meliputi 47 obyek wisata, seperti panorama di Kintamani, Pantai Kuta, Legian, Sanur, Tanah Lot, Nusa Panida, Nusa Dua, Karang Asem, Danau Batur, Danau Bedugul, Cagar Alam Sangieh, Taman Nasional Bali Barat,dan Taman Laut Pulau Menjangan.

Wisata budaya meliputi 83 obyek wisata, seperti misalnya wisata seni di Ubud, situs keramat Tanah Lot, upacara Barong di Jimbaran dan berbagai tempat seni dan galeri yang sekarang banyak bermunculan di beberapa tempat di Pulau Bali. Obyek wisata budaya ini sangat berkembang pesat, apalagi banyak karya seni yang dihasilkan oleh pelukis dan pematung dari Bali. Harga lukisan dan patung buatan Bali, harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, ada beberapa pelukis bule yang sudah lama menetap di Bali, seperti Mario Blanko, Arie Smith, Rudolf Bonner dan sebagainya.

Begitu pula dengan wisata sejarah, dapat dilihat berbagai peninggalan sejarah beberapa kerajaan seperti Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Potensi obyek wisata di Bali yang telah menyumbang devisa negara dan pendapatan asli daerah Bali, sebenarnya masih potensial untukdikembangkan lebih maju lagi. Kota Denpasar yang strategis dan memiliki fasilitas cukup baik dalam hal jasa perdagangan, serta punya bandar udara internasional, harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pelayanan pariwisata dan perdagangan internasional.

Data wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali pada 1997, menurut BPS, mencapai 1.230.316 orang. Pada 1998, jumlah wisatawan asing agak menurun, yakni hanya 1.187.153 orang atau turun 3,51% dibandingkan 1997. sedangkan jumlah wisatawan domestik pada 1998 diperkirakan mencapai 300.000 orang. Para wisatawan itu berasal dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat , Kanada, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Australia, Inggris, Jerman, Perancis, Thailand, dan sebagainya. Jumlah hotel di seluruh Bali sampai 1998 ada sekitar 90 unti, dengan kapasitas kamar sebanyak 14.626 buah. Selain keindahan panoramanya, daya tarik pariwisata Bali antara lain juga dipengaruhi oleh kekhasan kesenian dan kebudayaannya, termasuk ritual agama Hindhu yang dianut mayoritas orang Bali, serta keramahan masyarakat di sana.

Sejak pertengahan 1980-an, di Bali mulai berkembang wisata jurang dan lembanh sungai. Salah seorang perintis wisata jurang ini adalah I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi jurang, untuk selanjutnya dibangun sebuah bungalow. Kemudian hal ini menjadi ngetrend di Bali hingga sekarang ini. Harga tanah yang pada awal 1980 di daerah lembah atau jurang ini hanya Rp 125.000-175.000 per are. Kini harga tanah jurang sudah mencapai ratusan juta rupiah per are. Ternyata banyak wisatawan mancanegara yang gemar (menggemari) wisata jurang, lembah, dan sungai ini.


Tempat hunian yang sekarang digemari wisatawan asing di Bali adalah Hotel yang dibangun di lereng-lereng tebing atau jurang, yang memberikan suasana magis bagi para penghuninya. Kalau pada 1970 hingga  1980-an, hotel tau losmen di tepi pantai yang mereka gemari, sekarang sudah berubah. Banyak wisman lebih senang menyepi atau menikmati wisata spiritual. Karena indahnya berbagai obyek pariwisata di Bali itu, citra (image) Bali lebih terkenal daripada Indonesia, di mata orang asing. Dan ini artinya dollar masih terus mengalir ke Pulau Dewata.

 

Provinsi Bali memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Dalam tata pemerintahannya terkenal dengan pemerintahan dinas dan adat. Keberadaan lembaga adat diatur dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman. Jumlah desa Pakraman pada 2005 sebanyak 1.432 buah, terdiri dari 3.945 buah Banjar Adat. Disamping itu terdapat pula 276 situs bersejarah yang masih terpelihara dengan baik. Jumlah kelompok (sekaha) seni tari di Bali mencapai 3.738 buah, seni musik/kerawitan 7.944 buah dan kelompok pesantian 1.765 buah.

Kehidupan sosial budaya masyarakat Bali dilandasi filsafah Tri Hita karana, artinya Tiga Penyebab Kesejahteraan yang perlu diseimbangkan dan diharmosniskan yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan manusia dengan manusia (Pawongan) dan manusia dengan lingkungan (Palemahan). Perilaku kehidupan masyarakatnya dilandasi oleh falsafah “Karmaphala”, yaitu keyakinan akan adanya hukum sebab sebab-akibat antara perbuatan dengan hasil perbuatan. Sebagian besar kehidupan masyarakatnya diwarnai dengan berbagai upacara agama/adat, sehingga kehidupan spiritual mereka tidak dapat dilepaskan dari berbagai upacara ritual. Karena itu setiap saat di beberapa tempat di Bali terlihat sajian-sajian upacara. Upacara tersebut ada yang berkala, insidentil dan setiap hari, dan dikelompokan menjadi lima jenis yang disebut Panca Yadnya, meliputi Dewa Yadnya yaitu upacara yang berhubungan dengan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widi Wasa, Rsi Yadnya yaitu upacara yang berkaitan dengan para pemuka agama (Pendeta, Pemangku dan lain-lainnya), Pitra Yadnya yaitu upacara yang berkaitan dengan roh leluhur (Upacara Ngaben, Memukur), Manusa Yadnya yaitu upacara yang berkaitan dengan manusia (Upacara Penyambutan Kelahiran, Tiga Bulanan, Otonan, Potong Gigi dan Perkawinan) dan Buta Yadnya yaitu upacara yang berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan alam (Upacara Mecaru, Mulang Pekelem).


Salah satu kearifan lokal yang lain adalah keberadaan Lembaga Subak sebagai lembaga yang mengatur tentang sistem pengairan tradisional Bali yang bersifat sosio-religius. Lembaga ini terdiri dari Subak yang mengelola pertanian lahan basah (sawah) dan Subak Abian yang mengelola pertanian lahan kering (tegalan). Pada tahun ini terdapat 1.312 subak.

Bali sangat berpotensi bagi para investor karena sector unggulan perkebunan, pertanian, perikanan, jasa, dan industri. Komoditas unggulannya adalah kopi (3,768,420.00 ton pada tahun 2002), kakao (5,611,492.00 ton pada tahun 2002), jambu mete (6,138,819.00 ton pada tahun 2002), perikanan tangkap (65,770.00 ton pada tahun 2004), sapi (1,037,017.00 ton pada tahun 2002), cengkeh (5,199.00 ton pada tahun 2003), industri pengalengan ikan, industri tepung ikan, pariwisata, hotel, dan restoran.

Beberapa peluang usaha yang mulai dilirik adalah semangka, jeruk, tembakau, vanili, bambu, pengembangbiakan dan penggemukan sapi, ayam, kambing, babi, mutiara, serabut kelapa, industri atap glazur, industri air mineral, industri pengeolahan buah-buahan, industri saus tomat dan cabe, batok kelapa, tanned hide, pasar seni, pengangkutan, mal dan supermarket, terminal transportasi, taman rekreasi, rafting, taman kuda, rekreasi pemancingan, wisata bahari, buah-buahan dan sayuran organik, kosmetik alam dan bahan mandi, rajungan, perhiasan perak, peralatan rumah tangga, peralatan meja dan dapur, garmen, kerajinan, perhiasan, gerabah, keramik, meubel kayu, dan konstruksi.
Untuk keperluan bisnis Anda, Bali menyediakan fasilitas dan infrastruktur telekomunikasi, transportasi, air, listrik, hotel, perbankan, pelabuhan, dan bandara. Di sana terdapat bandara Letkol Wisnu dan Ngurah Rai. Pelabuhan di Bali antara lain di Padang Bai, Gilimanuk, Celukan Bawang, dan Benoa.

 

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Google Search Custom
29/01/2010 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Dengan Google Penelusuran Ubahsesaui, Anda dapat memanfaatkan kemampuan Google untuk menciptakan pengalaman penelusuran yang diubahsuai untuk situs web Anda.

Sertakan satu situs web atau  [ ... ]


Tips mengatasi bosen dalam pekerjaan
01/11/2012 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Ada sebuah pertanyaan klasik yang akan selalu membuat kita gampang – gampang sulit menjawabnya; "Apa cita-cita Anda?" Jika pertanyaan ini dilontarkan pada seorang anak TK atau SD, maka akan den [ ... ]