Jumat, November 24, 2017
Text Size

Search

Update Berita

SSL to secure from hacker attacks

Open-source software developer Kai Engert has proposed an overhaul to the Internet's SSL...

Cara Menghemat Bandwidth Internet, mempercepat browsing

Ada situasi ketika menggunakan internet kita harus benar-benar hemat dengan penggunaan bandwidth ...

Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi Sapto Pribowo menegaskan, Presiden Jokowi sangat...

Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

KOMPAS.com - Setelah selama ini hanya meyediakan layanan gratis yang didukung iklan, Twitter...

Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

.   Kompas.com - Megawati menasihati Ahok agar tidak terlalu banyak bicara. Mengingat kondi...

Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе

Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе.       Pаdа zаmаn yаng sаngаt k...

  • Tips mengatasi bosen dalam pekerjaan

    Kamis, 01 November 2012 07:48
  • Grunt Mars probe stranded in Earth orbit

    Kamis, 10 November 2011 09:40
  • SSL to secure from hacker attacks

    Senin, 27 Februari 2012 21:09
  • Cara Menghemat Bandwidth Internet, mempercepat browsing

    Minggu, 23 September 2012 18:03
  • Istana Merespons Aksi 313 Berhentikan Ahok

    Kamis, 30 Maret 2017 19:45
  • Twitter Bakal Sediakan Layanan Berbayar?

    Kamis, 30 Maret 2017 19:49
  • Megawati: Ahok, Sudahlah Jangan Cerewet

    Kamis, 30 Maret 2017 19:54
  • Butuh kеrjа? Cоbа cеk di Jооblе

    Kamis, 30 Maret 2017 20:09
Blog Friend Kepintar bukan yang dicari di Dunia Kerja
SocialTwist Tell-a-Friend

Kepintar bukan yang dicari di Dunia Kerja

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 

Jika Anda ingin mendapat pekerjaan idaman, bukan semata indeks prestasi tertinggi yang diperlukan. Ada satu hal yang lebih penting dari itu: sikap Anda.

Berdasar survei yang dihajat situs CareerBuilder, 71 persen manajer SDM menyatakan menempatkan kecerdasan emosional dan sikap -- termasuk pada bagaimana ia mengendalikan emosi dan menjalin pertemanan --  ketimbang pada IQ semata. seseorang dengan EQ (kecerdasan emosi) tinggi dianggap lebih mampu mengendalikan diri dan mampu bekerja di bawah tekanan ketimbang mereka yang hanya mengandalkan IQ tinggi

"Kompetensi teknik dan kecerdasan penting bagi setiap pekerja, namun kecakapan interpersonal lebih epnting lagi," kata Rosemary Haefner, vice president SDM di CareerBuilder. "Dalam kondisi ekonomi sulit, bos ingin orang yang bekerja dengannya bisa membuat keputusan secara efektif dalam situasi penuh tekanan," katanya.

In a recovering economy, employers want people who can effectively make decisions in stressful situations and can empathize with the needs of their colleagues and clients to deliver the best results." Ingin mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi? Ini bocoran yang dilansir CareerBuilder untuk meng-upgrade-nya.

Kontrol penuh emosi Anda

Biasanya, calon bos akan memasukkan materi diskusi kelompok saat rekrutmen pekerja. Dari sini, emosi calon pekerja diukur. Untuk membantu meminimalisasi reaksi negatif, "Penting bagi Anda mengenali pemicu stress ketika tekanan datang," kata  Patricia Thompson PhD, konsultan manajemen pada Sperduto & Associates Inc, sebuah firma psikolog papan atas di Atlanta. Sikap tubuh juga harus tetap dijaga. Thompson menyarankan untuk keluar dari kondisi itu dengan: tarik nafas panjang, kemudian hitung sampai 10, dan tenanglah.

Lakukan refleksi diri

"Agar kecerdasan emosi terasah, Anda harus self-aware, dengan memahani betul apa kekurangan dan kelemahan Anda," kata Thompson. Ia menyarankan untuk membuat lima kelebihan dan kekurangan utama Anda, kemudian gunakan dua hal yang berlawanan itu untuk saling melengkapi. Pilih dua atau tiga kelemahan Anda, dan carilah cara untuk mengatasinya.

Dengarkan

Berdasar survei CareerBuilder, ketajaman emosi juga diukur dari bagaimana ia mampu mendengar. Thompson memberi jalan keluar untuk meningkatkan kemampuan mendengar. "Gunakan dua tingkat cara: pertama dengarkan untuk memahami konten pembicaraan, jangan menyela atau memberi penilaian terhadap apa yang diomongkan sampai dia selesai biacara. Kedua, dengarkan untuk memahami kondisi emosinya saat dia mencerikatan," katanya. Kemampuan mendengar sangat penting, katanya, untuk membangun hubungan dalam satu tim secara lebih baik dan mengurangi konflik.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Advertisement Site




Ads - World Friend

Ads - World Friend

Berita lain-lainnya

Pengertian guru dan tugasnya
03/03/2012 | muslikhmuhammad
article thumbnail

  1. Pengertian guru Proses pembelajaran merupakan kegiatan fundamental dalam proses pendidikan yang mana terjadinya proses belajar yang tidak terlepas dari proses belajar. Proses pengajaran dan pe [ ... ]


Pertambangan Internasional di Sumbawa akan merusak lingkungan
12/07/2011 | Indra Febria Widy
article thumbnail

Kepala Adat Suku Cek Bocek Selesek Reen Sury, Dato Sukanda, menegaskan, rencana pemberian ijin operasi pertambangan skala besar dari perusahaan internasional di wilayah adat suku itu di Pulau Sumba [ ... ]